Kompas.com - 28/08/2013, 13:46 WIB
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com -
Menteri Kesehatan RI Nafsiah Mboi menegaskan, kehadiran dokter di daerah-daerah terpencil di luar Jawa dan Bali sangat dibutuhkan.  Dokter tidak hanya memiliki peran vital dalam meningkatkan derajat kesehatan, tetapi juga kebahagiaan masyarakat.

"Saya bangga sekali dengan kalian. Ingat, dokter adalah kunci kebahagiaan masyarakat. Masyarakat di daerah terpencil sangat senang bila ditolong orang berjas putih," kata Nafsiah pada acara pembekalan dan pelepasan Dokter dan Dokter Gigi Pegawai Tidak Tetap (PTT), pada Rabu (28/8) di Jakarta.

Pelepasan simbolis ini diwakili 122 tenaga kesehatan, yang terbagi atas 86 dokter umum dan 36 dokter gigi. Para dokter tersebut akan mengabdi di seluruh fasilitas kesehatan primer terpencil dam sangat terpencil, di luar propinsi Jawa dan Bali. Para dokter akan mengabdi selama 2 tahun untuk kategori daerah terpencil, dan 1 tahun untuk daerah sangat terpencil.

Untuk tahun 2013, total tenaga PTT adalah 927 orang, yang terdiri atas 696 dokter umum dan 231 doker gigi. Nafsiah berharap para dokter dan dokter gigi bisa meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di daerah tujuan.

Hal ini dilakukan lewat promosi kesehatan, tindakan preventif, diagnosa dini, dan rehabilitasi, yang bisa dilakukan di puskesmas. Hal tersebut nantinya bisa membebaskan masyarakat dari berbagai masalah kesehatan, yang menyebabkan kerentanan terhadap berbagai penyakit.

Permasalahan ini antara lain gizi kurang, rendahnya pengetahuan, perilaku kesehatan yang kurang baik, dan lingkungan pemukiman yang tidak mendukung. Dalam kesempatan ini Nafsiah juga menekankan para tenaga dokter PTT untuk menghapus kekhawatiran terkait keterbatasan akses dan sulitnya pembayaran.

Nafsiah menyatakan, Kemenkes akan bekerja sama dengan Kementerian Kominfo dan Kementerian BUMN untuk penyediaan listrik serta akses internet, di daerah terpencil dan sangat terpencil.

"Nantinya setiap puskesmas akan punya listrik dan akses internet. Sementara untuk pembayaran, kita sudah ada sistem yang lebih baik untuk rutin membayar gaji dan insentif per bulan," kata Nafsiah.

Tenaga kesehatan akan menerima gaji pokok sebesar Rp. 2 juta, dengan tunjangan berbeda untuk daerah terpencil dan sangat terpencil. Daerah terpencil menerima tunjangan Rp. 3.550.000, sedangkan sangat terpencil Rp. 5.800.000.

Para tenaga PTT juga dijanjikan lebih mudah dalam mengambil spesialis, bila ingin melanjutkan pendidikan. Para dokter PTT juga bisa mengambil spesialisasi layanan primer. Hal ini sesuai yang tercantum pada UU Pendidikan Kedokteran tahun 2013.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.