Kompas.com - 18/10/2013, 09:38 WIB
Ilustrasi penurunan berat badan ShutterstockIlustrasi penurunan berat badan
|
EditorWardah Fajri

KOMPAS.com - Kegemukan umumnya dapat dideteksi dengan menghitung indeks massa tubuh (IMT). Namun ada standar IMT yang berbeda bagi orang Asia dan Kaukasia. Mengapa demikian? Apakah karena ukuran Asia umumnya lebih kecil dari tubuh orang Kaukasia?

Menurut pakar gizi klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr Fiastuti Witjaksono, SpGK, ukuran tubuh orang Asia yang umumnya lebih kecil dari tubuh orang Kaukasia bukanlah alasan kenapa standar IMT untuk berat badan normal di Asia lebih kecil. Sebaliknya, standar tersebut dibuat agar orang Asia lebih dini menyadari adanya kegemukan dalam dirinya.

"Orang Kaukasia cenderung memiliki faktor risiko penyakit yang lebih kecil dibanding dengan orang Asia. Ini karena kepedulian mereka terhadap kesehatan sudah tinggi," ujar Fiastuti saat ditemui dalam sebuah diskusi kesehatan, di Jakarta, Rabu (16/10/2013).

Standar IMT berat badan normal orang Kaukasia berkisar 18,5- 25. Sementara pada orang Asia berkisar 18,5-22,9. Artinya, IMT lebih dari 23 bagi orang Asia sudah dikategorikan sebagai kegemukan atau kelebihan berat badan.

Menurut Fiastuti, dengan IMT yang lebih besar, orang Kaukasia tetap peduli dengan risiko kesehatan seperti diabetes mellitus, penyakit jantung, dan penyakit degeneratif lain dengan rutin memeriksakan kesehatannya. Sementara orang Asia belum banyak yang seperti itu sehingga IMT lebih dari 23 saja sudah memiliki risiko penyakit.

Kegemukan merupakan masalah global dan salah satu faktor risiko penyakit degeneratif. Disadari atau tidak, prevalensi kegemukan semakin tinggi, bahkan hingga usia muda.

Karena itu, dibutuhkan kesadaran untuk memeranginya. Menurut Fiastuti, cara paling efektif memerangi kegemukan adalah dengan mengurangi asupan makanan dan memperbanyak energi yang keluar.

"Selain itu, rutin menghitung indeks massa tubuh merupakan salah satu cara untuk mengontrol berat badan. Dan ingat, standar IMT untuk berat badan ideal orang Asia dan Kaukasia berbeda," tandas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Picu Kematian Mendadak, Ini Penyebab Henti Jantung di Usia Muda

Picu Kematian Mendadak, Ini Penyebab Henti Jantung di Usia Muda

Health
Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Health
Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Health
11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

Health
Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Health
Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Health
5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

Health
Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Health
4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

Health
8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

Health
Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Health
4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

Health
Splenomegali

Splenomegali

Penyakit
4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

Health
Orkitis

Orkitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.