Kompas.com - 06/11/2013, 14:21 WIB
Ilustrasi tangan pegal shutterstockIlustrasi tangan pegal
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Bagi sebagian orang, kebiasaan "mematahkan" sendi-sendi hingga menimbulkan bunyi dapat mengurangi rasa pegal mereka. Entah hanya sugesti atau memang cara itu efektif.

Hanya saja, ada mitos yang beredar kebiasaan ini dapat memicu pengapuran pada sendi. Keadaan tersebut tentu merugikan karena akan membuat sendi menjadi tidak elastis sehingga menyulitkan untuk bergerak.

Menurut pakar ortopedi dari Rumah Sakit Premier Bintaro dr Fachrisal Ipang, "membunyikan" sendi sebenarnya tidak memberikan dampak mengurangi rasa pegal yang sebenarnya disebabkan oleh penumpukan asam laktat. Serta, kebiasaan itu bukanlah pemicu pengapuran sendi.

"Pengapuran sendi tidak dipicu oleh kebiasaan itu, melainkan oleh tulang rawan sendi yang habis. Padahal sendi butuh kestabilan, makanya tubuh membentuk pengapuran di daerah tersebut," jelasnya.

Kendati demikian, Fachrisal tidak menyarankan untuk meneruskan kebiasaan tersebut. Pasalnya meski tidak memicu pengapuran, namun kebiasaan tersebut dapat menyebabkan renggangnya ligamen.

Ligamen merupakan jaringan berbentuk pita yang tersusun dari serabut-serabut liat yang mengikat tulang satu dengan tulang lain pada sendi. Ligamen yang longgar, kata dia, akan membuat tulang mudah bergeser dari sendi.

Sementara itu, dr Lukman Shebubakar, pakar bedah ortopedi RS Premier Bintaro mengatakan, bunyi yang terjadi saat sendi "dipatahkan" itu sebenarnya adalah pelepasan udara-udara di cairan sendi. Maka kebiasaan itu tidak akan berdampak pada pengurangan rasa pegal ataupun perbaikan cedera apapun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sendi merupakan bagian tubuh manusia yang penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari karena memiliki peran besar dalam mobilitas. Sendi merupakan hubungan antartulang sehingga tulang dapat digerakan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Cholangitis
Cholangitis
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

Health
8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

Health
3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

Health
Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
Fenilketonuria

Fenilketonuria

Penyakit
Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Health
Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

Health
Seasonal Affective Disorder (SAD)

Seasonal Affective Disorder (SAD)

Penyakit
7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.