Kompas.com - 10/02/2014, 09:20 WIB
Tak semua perempuan nyaman saat memiliki ukuran payudara yang besar ShutterstockTak semua perempuan nyaman saat memiliki ukuran payudara yang besar
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com –
Tak ada orang yang ingin menderita kanker. Ganasnya serangan dan berbagai kerugian yang ditimbulkan menyebabkan orang berlomba menghindari penyakit ini. Termasuk untuk kanker payudara yang merupakan salah satu pembunuh utama wanita.
 
Upaya pencegahan menimbulkan beberapa mitos yang tak perlu dipercaya terkait kanker payudara. Berikut 2 mitos tersebut
 
1. Tak perlu menggunakan bra
 
Bra yang mengikat erat lingkar dada wanita dianggap sebagai penyebab kanker payudara. Tidak perlu terlalu sering menggunakan bra dinilai menjadi salah satu upaya pencegahan.
 
“Mitos ini timbul karena bra yang mengikat erat lingkar dada dianggap menghambat aliran darah. Darah tersebut lantas bergumpal dan menyebabkan kanker. Hal ini sama sekali tidak benar, penggunaan bra tidak berhubungan dengan kanker payudara,” kata Sekjen Perhimpunan Bedah Onkologi Indonesia, Walta Gautama, di acara peringatan Hari Kanker Sedunia, Minggu (9/2/2014) di Jakarta.
 
2. Payudara besar risiko meningkat
 
Mitos lain yang beredar adalah, kanker payudara lebih rentan terjadi pada wanita berpayudara besar. Mitos ini tidak benar, karena payudara kecil dan besar berisiko sama terkena kanker payudara.
 
“Mitos ini timbul karena pada payudara besar sel kanker lebih sulit dideteksi karena tumpukan lemak yang tebal. Yang patut diwaspadai adalah pada wanita yang kurus atau langsing tapi payudaranya besar,” jelas Walta di depan 500 peserta dari Indonesia Cancer Care Community (ICCC).
 
Kanker payudara saat ini menjadi pembunuh banyak wanita di Indonesia dan dunia. Walta mengingatkan wanita untuk tidak segan memeriksakan payudara selepas usia 40 tahun. Pemeriksaan haruslah menggunakan mammografi yang memiliki sensitifitas dan keakuratan hampir 100 persen. Bila tidak mau mammografi, sebaiknya pilih Magnetic Resonance Image (MRI) yang memiliki kualitas sama namun lebih mahal.
 
Jika hasilnya positif maka wanita harus segera melanjutkan pemeriksaan, yaitu biopsi. Pemeriksaan yang bersifat diagnosis dan terapi ini akan menjelaskan bentuk, sifat, dan perkembangan kanker. Bentuk pengobatan disesuaikan dengan karakter kanker yang diketahui melalui hasil biopsi.
 
“Paling lambat satu bulan satu bulan setelah biopsi, pasien harus segera melakukan pengobatan. Bila terlewat kesempatan kanker tumbuh semakin besar, karena jarum biopsi seperti membuat jalan tol bagi sel menuju permukaan. Meski begitu tidak tepat mitos yang mengatakan biopsi menyebabkan pertumbuhan kanker semakin cepat,” terang Walta.
 
Bentuk pengobatan bisa menggunakan nuklir yang disebut teknik ablasi atau kemoterapi. Kemoterapi lebih efektif diterapkan pada sel kanker yang tumbuh dengan cepat. Akibatnya pengobatan ini mempengaruhi sel organ yang juga tumbuh cepat misalnya rambut, kuku, dan sel darah merah.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Henti Jantung Mendadak

Henti Jantung Mendadak

Penyakit
Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Health
Amaurosis Fugax

Amaurosis Fugax

Health
4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

Health
Alzheimer

Alzheimer

Penyakit
7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi pada Penderita Diabetes

7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi pada Penderita Diabetes

Health
Paraplegia

Paraplegia

Penyakit
9 Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Hepatitis

9 Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Hepatitis

Health
Clubfoot

Clubfoot

Penyakit
9 Penyebab Darah Rendah yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Darah Rendah yang Perlu Diwaspadai

Health
Alergi Telur

Alergi Telur

Penyakit
9 Gejala Darah Rendah pada Ibu Hamil yang Perlu Dikenali

9 Gejala Darah Rendah pada Ibu Hamil yang Perlu Dikenali

Health
Glaukoma

Glaukoma

Penyakit
Apakah Minum Kopi Bisa Memengaruhi Kesuburan?

Apakah Minum Kopi Bisa Memengaruhi Kesuburan?

Health
Kurap

Kurap

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.