Kompas.com - 23/05/2014, 06:34 WIB
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com -
Supaya tetap sehat dan bugar olahraga perlu dilakukan secara rutin. Penelitian menunjukkan, angka kejadian penyakit lebih banyak terjadi pada mereka yang kurang berolahraga.

Kendati demikian, ada saja alasan orang untuk tidak berolahraga. Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Fitness First pada 3000 orang responden di negara-negara Asia, termasuk Indonesia, menunjukkan 59 persen dari mereka merasa tidak punya waktu sebagai alasan untuk tidak berolahraga.
 
Padahal olahraga sebenarnya tidak harus dilakukan dalam waktu lama. Meski sebentar, olahraga dengan intensitas tinggi tetap dapat memberikan manfaat yang optimal seperti olahraga intensitas lebih rendah yang dilakukan dalam waktu lama.
 
CEO Fitness First Asia Simon Flint mengatakan, selama olahraga menjadi prioritas, seharusnya tidak ada lagi alasan tidak ada waktu untuk melakukannya. Namun ia mengakui, orang yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta memang terlalu banyak membuang waktu di jalan, sehingga harus ada efisiensi waktu.
 
"Bentuk efisiensi waktu itu bisa berupa olahraga yang dilakukan dengan waktu singkat, namun tetap memberikan manfaat optimal," kata dia dalam konferensi pers peluncuran identitas dan kampanye baru Fitness First "Together, We Can Go Further" di Jakarta, Selasa (20/5/2014). 
 
Dalam kesempatan yang sama, dokter spesialis olahraga Zaini K Saragih mengatakan, untuk memberikan manfaat yang sama, olahraga yang dilakukan dalam waktu singkat perlu dilakukan dengan intensitas tinggi. Olahraga itu pun dikenal dengan istilah High Intensity Interval Training (HIIT).
 
"Manfaat HIIT berlaku bagi atlet yang terlatih maupun orang yang tidak terlatih," kata dokter yang pernah tergabung dalam tim dokter Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) ini.
 
Dengan melakukan HIIT selama 2,5 jam, lanjut dia, manfaat yang diperoleh juga sama seperti latihan endurance atau ketahanan selama 10,5 jam. Manfaat lainnya yaitu lebih efektif membakar lemak daripada latihan biasa.
 
"Ini karena setelah melakukan HIIT pun lemak dalam tubuh masih dibakar selama 24 jam ke depan," ujarnya.
 
Zaini menjelaskan, HIIT pada prinsipnya bisa diterapkan pada semua jenis olahraga aerobik. Misalnya lari, 30 detik dilakukan dengan intensitas tinggi, kemudian 30-90 menit selanjutnya dilakukan dengan intensitas rendah.
 
 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.