Kompas.com - 25/07/2014, 13:06 WIB
Ilustrasi obat. ShutterstockIlustrasi obat.
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com -
Obat lini pertama yang diberikan dokter untuk nyeri punggung paling umum adalah parasetamol. Namun penelitian besar menemukan obat pereda nyeri itu tidak membantu penderitanya sembuh. Obat ini hanya mengurangi gejalanya saja.

Penelitian dari Australia tersebut menemukan tidak ada bukti khasiat parasetamol dalam mengatasi nyeri pungungg. Para peneliti melakukan studi terhadap 1.652 orang penderita nyeri punggung bawah akut di Sydney. Peserta penelitian berusia rata-rata 45 tahun dan terbagi menjadi tiga kelompok.

Kelompok pertama mendapat 3.990 mg parasetamol per hari sedangkan grup kedua mendapat 4.000 mg per hari ketika dibutuhkan. Kelompok ketiga hanya mendapatkan pil placebo.

Studi tersebut menemukan perbedaan kecil dalam jumlah hari yang dibutuhkan untuk sembuh di antara tiga kelompok tersebut. Kelompok yang mendapat pil placebo rata-rata sembuh 16 hari, sehari lebih cepat dari kelompok yang lain. Disebutkan juga dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet tersebut bahwa parasetamol tidak memiliki efek cepat mengurangi nyeri, kecacatan, fungsi, kuailtas tidur maupun kualitas tidur.

Studi yang dipimpin oleh Dr. Christopher Willliams dari Sydney University tersebut menyimpulkan parasetamol efektif dalam menyembuhkan nyeri akut seperti cabut gigi dan nyeri pascaoperasi. Tim peneliti meragukan peran parasetamol dalam meredakan nyeri punggung bawah. Pereda nyeri seperti parasetamol mungkin bukan termasuk pengobatan primer dalam manajemen nyeri punggung bawah.

“Hasil penelitian menemukan kita perlu mempertimbangkan kembali rekomendasi universal parasetamol sebagai pengobatan lini pertama nyeri punggung bawah kendati parasetamol ini berkhasiat menyembuhkan nyeri lain," katanya.

Ahli dari Belanda Bart Koes dan Wendy Enthoven dari Erasmus University Medical Center Rotterdam juga menulis di The Lancet. Mereka mengatakan terlalu dini untuk mengubah panduan klinis untuk pengobatan nyeri punggung bawah.

“Walaupun hasil percobaan kualitas tinggi ini jelas, isi panduan seharusnya tidak diubah hanya dengan dasar satu percobaan. Hasil penelitian lain yang lebih kuat dan konsisten, termasuk verifikasi hasil penelitian pada populasi lain masih dibutuhkan. Parasetamol dikenal bekerja dengan menghalangi enzim prostaglandin di otak dan saraf tulang belakang yang terlibat dalam pengiriman rasa nyeri,” kata mereka.

Parasetamol tersedia dalam bentuk tablet. Tablet ini mudah dijumpai dalam banyak obat flu. Di Indonesia obat flu dengan parasetamol ini bisa dibeli di warung-warung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Health
Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Health
Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Health
Peripheral Artery Disease (PAD)

Peripheral Artery Disease (PAD)

Penyakit
Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Health
Sindrom Antley-Bixler

Sindrom Antley-Bixler

Penyakit
8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

Health
Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Health
Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Health
10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

Health
Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.