Kompas.com - 02/09/2014, 16:27 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Meski bukan termasuk makanan sehat, sebagian orang masih sulit untuk melepaskan kebiasaan makan mi instan. Namun sebenarnya asal tidak terlalu sering dikonsumsi, mi instan bisa disantap dengan lebih sehat.

Menurut Guru Besar Bidang Ilmu Gizi Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Endang L Achmadi, penambahan bahan-bahan pangan lainnya di dalam masakan akan melengkapi gizi dari mi instan. Dengan kata lain, secara umum gizi seimbang menjadi fokus untuk membuat makanan jadi lebih sehat.

"Mi itu paling banyak terdiri dari karbohidrat, sehingga itu saja tidak cukup, harus dilengkapi dengan bahan pangan lainnya," papar Endang saat diwawancarai setelah acara Nutritalk bertajuk "Seribu Hari yang Menentukan Masa Depan Bangsa" di Yogyakarta, Sabtu (30/8/2014).

Penambahan bahan pangan yang dimaksud adalah protein yang berasal dari daging ayam, daging sapi, atau ikan (hewani), dan tempe tahu (nabati). Selain itu mi instan juga perlu dimasak dengan sayur untuk menambah kadar vitamin dan mineralnya.

Mi instan mungkin tidak hanya terdiri dari karbohidrat, tetapi juga bahan-bahan lain yang menambah nilai gizinya. Namun itu saja biasanya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi, sehingga itulah pentingnya penambahan bahan makanan.

Meski bisa membuat sajian mi instan menjadi lebih sehat, namun Endang menekankan pada pentingnya pembatasan konsumsinya. "Kalau terus menerus ya jadi tidak sehat. Bahan pengawet dan garam pada mi instan kan banyak, sehingga lebih baik pilih yang alami," saran dia.

Ia tidak merinci frekuensi konsumsi mi instan yang dikatakan sering. Namun sejumlah penelitian mengungkap, tiga kali makan mi instan dalam seminggu sudah terlalu banyak sehingga sebaiknya setiap orang mengonsumsi lebih jarang dari itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Atresia Ani

Atresia Ani

Penyakit
5 Gejala Kista Ginjal yang Perlu Diketahui

5 Gejala Kista Ginjal yang Perlu Diketahui

Health
Sindrom Cushing

Sindrom Cushing

Penyakit
7 Cara Mengatasi Kulit Tangan Kering

7 Cara Mengatasi Kulit Tangan Kering

Health
5 Cara Sederhana Hilangkan Kulit Kapalan

5 Cara Sederhana Hilangkan Kulit Kapalan

Health
4 Pertolongan Pertama Saat Asam Lambung Naik

4 Pertolongan Pertama Saat Asam Lambung Naik

Health
Penyakit Paru Interstisial

Penyakit Paru Interstisial

Penyakit
Tanda-tanda Awal Gangguan Bipolar pada Remaja

Tanda-tanda Awal Gangguan Bipolar pada Remaja

Health
Meningioma

Meningioma

Penyakit
Tips Saat Gula Darah Terlalu Tinggi atau Terlalu Rendah

Tips Saat Gula Darah Terlalu Tinggi atau Terlalu Rendah

Health
12 Penyebab Kram Perut setelah Berhubungan Seks dan Cara Mengatasinya

12 Penyebab Kram Perut setelah Berhubungan Seks dan Cara Mengatasinya

Health
Kenapa Badan Demam setelah Suntik Vaksin?

Kenapa Badan Demam setelah Suntik Vaksin?

Health
Cara Akses Layanan Telemedisin Kemenkes RI untuk Pasien Isoman

Cara Akses Layanan Telemedisin Kemenkes RI untuk Pasien Isoman

Health
Tips ala Rumahan untuk Hilangkan Kutu Rambut

Tips ala Rumahan untuk Hilangkan Kutu Rambut

Health
Pahami, Begini Cara Mengecek Gula Darah untuk Kontrol Gejala Diabetes

Pahami, Begini Cara Mengecek Gula Darah untuk Kontrol Gejala Diabetes

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.