Kompas.com - 19/12/2014, 13:58 WIB
Puluhan jenis kosmetika mengandung zat kimia berbahaya yang ditemukan BPOM di tahun 2014 ini. Eva ErvianaPuluhan jenis kosmetika mengandung zat kimia berbahaya yang ditemukan BPOM di tahun 2014 ini.
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Produk kosmetik mengandung zat berbahaya masih sulit dihilangkan dari pasaran. Sepanjang tahun ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali menemukan 68 jenis kosmetik mengandung zat kimia berbahaya, diantaranya 32 kosmetik impor dan 36 kosmetik dalam negeri. Jumlah ini naik dibandingkan lima tahun terakhir.

"Kami telah mengawasi 32 milyar kosmetika dan 54 persennya merupakan produk ilegal, termasuk yang mengandung bahan berbahaya. Dari 2010 sampai tahun lalu jumlahnya menurun dari 0,86% menjadi 0,48%. Namun Desember 2014 naik lagi menjadi 0,99%,'' kata Dr. Roy Sparringa, Kepala BPOM dalam acara konferensi pers Public Warning Kosmetika Berbahaya di Jakarta, Jumat (19/12/14).

Berdasarkan data BPOM, peningkatan jumlah kosmetika berbahaya dipicu oleh penggunaan kosmetik yang meningkat tajam. Data di Eropa menunjukkan, pertumbuhan kosmetik mencapai 20%, termasuk produk ilegal.  

Roy menjelaskan, zat berbahaya dalam kosmetika tersebut didominasi pewarna berbahaya yaitu merah K3 dan rhodamin, cemaran logam berat Pb, dan pemutih (merkuri).  

"Ada 18 kosmetik mengandung cemaran timbal atau Pb, umumnya pada lipstik dan pewarna rambut, 16 item mengandung merkuri pada krim pemutih, dua item mengandung cemaran arsen, 14 mengandung pewarna merah K3, 6 item mengandung pewarna Rhodamin, dan masih pula ditemukan hidroquinon sebagai pemutih dan pencerah. Adapula yang mengandung asam retinoad "ungkap Roy.

Hasil uji menunjukkan, zat-zat berbahaya tersebut bersifat karsinogenik atua menyebabkan kanker serta berbahaya bagi janin jika dipakai oleh ibu hamil.

Selama tahun 2014 ini, menurut Roy telah dilakukan projustitia terhadap 41 kasus pelanggaran di bidang kosmetika. Sebanyak 310 kasus dengan sanksi putusan pengadilan paling tinggi diganjar dengan hukuman pidana penjara satu tahun sembilan bulan.  (Eva Erviana)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Health
Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Health
11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

Health
Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Health
Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Health
5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

Health
Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Health
4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

Health
8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

Health
Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Health
4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

Health
Splenomegali

Splenomegali

Penyakit
4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

Health
Orkitis

Orkitis

Penyakit
14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.