Kompas.com - 27/04/2015, 10:19 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Autisme merupakan gangguan perkembangan sistem saraf yang menyebabkan anak mengalami kesulitan berkomunikasi hingga tidak bisa duduk tenang. Ada berbagai macam terapi untuk membantu perkembangan anak dengan autisme menjadi lebih baik. Salah satunya adalah dengan yoga anak.

Guru yoga anak, Tina Maladi mengatakan, yoga dapat membantu anak dengan autisme lebih tenang dan fokus. Tina mengombinasikan gerakan-gerakan yoga dengan latihan pernapasan.

"Anak bisa lebih tenang, fokus. Misalnya, kalau marah-marah, daripada ngamuk-ngamuk, ya atur napas saja," kata Tina yang mengajar yoga khusus anak-anak di Yoga Festival 2015, Taman Menteng, Jakarta, Minggu (26/4/2015).

Tina menjelaskan, gerakan yoga dapat melatih perkembangan motorik anak. Bagi anak dengan autisme yang sering tidak fokus dalam menghadapi lawan bicaranya, Tina akan mengajarkan membedakan volume suara mulai dari yang halus hingga bising.

"Anak autis itu sering kali ketika kita ajak ngomong dia fokus dengan suara bising yang jauh di sana. Kita mengajarkan membedakan bermacam-macam suara. Misalnya meditasi sambil mendengar suara kerang. Itu bantu visualisasi," terang Pendiri Kids Yoga Jakarta ini.

Menurut Tina, terapi ini dapat melatih konsentrasi anak dan fokus terhadap suara yang didengarnya. Tina mengatakan, sejumlah anak autis yang diberi terapi dengan yoga anak olehnya dapat lebih tenang dan sadar dengan lingkungan sekitar.

Namun, hasilnya memang berbeda-beda bagi setiap anak. Jika rutin dilakukan, bisa mendapatkan hasil yang baik. Untuk anak berkebutuhan khusus, Tina mengajar yoga secara privat. Lamanya beryoga tergantung kondisi anak, yaitu sekitar 45-60 menit.

Tina memastikan, gerakan yoga ini aman untuk anak-anak. Yoga pun diajarkan dengan cara menyenangkan sehingga menarik bagi anak-anak yang mengikutinya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Cacingan
Cacingan
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.