Kompas.com - 29/05/2015, 07:19 WIB
Selama sepekan terakhir gelombang panas yang menerjang India menyebabkan tak kurang dari 430 orang meninggal dunia. Di beberapa negara bagian suhu udara bisa mencapai 50 derajat Celcius. AP/BBCSelama sepekan terakhir gelombang panas yang menerjang India menyebabkan tak kurang dari 430 orang meninggal dunia. Di beberapa negara bagian suhu udara bisa mencapai 50 derajat Celcius.
EditorLusia Kus Anna

Adaptasi

Cuaca di India hampir selalu panas. Namun, korban meninggal akibat heatstroke tidak selalu ada. Ini karena tubuh bisa menjaga agar suhunya cukup rendah sehingga bisa berfungsi normal.

Di beberapa negara lain yang cuacanya sering panas dengan suhu yang hampir sama dengan India juga tidak mengakibatkan korban meninggal sebanyak itu. Jadi, apa penyebanya?

"Gaya hidup membuat kita lebih rentan pada panas," kata Azhar.

Orang India dahulu hanya tinggal di dalam rumah ketika cuaca sedang terik dan minum yoghurt dingin. Jika harus keluar rumah, mereka akan menutupi kepala dengan kain putih.

Tradisi orang yang tinggal di wilayah gurun, mereka membangun rumah dengan atap yang tinggi, insulasi dan jendela yang akan melindungi dari cahaya matahari. Namun, kini, menurut Azhar, banyak orang yang kehilangan kemampuan dalam hal cara mereka menghadapi gelombang panas.

"Banyak orang yang sekarang tinggal di gubuk bermaterial timah di kota-kota besar yang suhunya beberapa derajat lebih hangat," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasca-gelombang panas yang mematikan pada tahun 2010, Azhar dan timnya bekerja sama dengan pemerintah kota di Ahmedabad untuk membuat langkah pencegahan kematian akibat gelombang panas.

Intervensi sederhana, seperti mengirim pesan di ponsel untuk memperingatkan warga tentang cuaca panas, atau membuka tempat penampungan bagi gelandangan saat cuaca panas, bisa menurunkan angka kematian akibat gelombang panas.

"Pemerintah juga bisa menekan peristiwa jatuhnya korban dengan menghindari pemadaman listrik atau air, yang mati saat cuaca panas," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fibroid Rahim

Fibroid Rahim

Penyakit
4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

Health
Nyeri Panggul

Nyeri Panggul

Penyakit
7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

Health
Nyeri Dada

Nyeri Dada

Penyakit
17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

Health
Hernia Hiatus

Hernia Hiatus

Penyakit
Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Health
Batuk Kering

Batuk Kering

Penyakit
Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Health
Katatonia

Katatonia

Penyakit
Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Health
Aneurisma Aorta Abdominalis

Aneurisma Aorta Abdominalis

Penyakit
Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Health
Pleuritis

Pleuritis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.