Kompas.com - 31/05/2015, 21:15 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi
JAKARTA, KOMPAS.com - Olahraga lari bisa dilakukan oleh anak-anak hingga orangtua. Lari merupakan olahraga yang mudah, murah, dan banyak manfaatnya bagi kesehatan. Bahkan, lari kini mulai menjadi gaya hidup.

Namun, olahraga lari pun ada batasnya jika dilihat dari usia seseorang. Misalnya, pada olahraga lari maraton sejauh 42 kilometer (km). Menurut dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Hario Tilarso, lari maraton seharusnya tidak dilakukan oleh mereka yang berusia di bawah 20 tahun. Mengapa demikian?

"Di bawah 20 tahun masih tulang muda. Pertumbuhan tulang belum sempurna. Jadi, bisa memengaruhi pertumbuhan tulangnya," terang Hario di Jakarta, Minggu (31/5/2015). Hario menjelaskan, lari maraton memiliki jarak tempuh yang lebih panjang dan tentunya waktu yang lebih lama.

Ketika lari, terjadi singgungan terus menerus dalam waktu lama pada persendian di lutut yang bisa menganggu pertumbuhan tulang muda. Mereka yang masih berusia di bawah 20 tahun, sebaiknya mengikuti lari 10 km ataupun 5 km terlebih dahulu. Untuk anak-anak pun demikian. Biarkanlah anak-anak berlari semampunya, karena tulangnya belum kuat dan masih dalam masa pertumbuhan.

Sementara itu, bagi usia lanjut perlu memerhatikan kesehatan persendian, apakah masih kuat untuk berlari jarak jauh. Hario menambahkan, olahraga apapun lakukanlah sesuai kemampuan. Untuk pemula atau yang baru ingin mencoba olahraga lari, tak perlu langsung lari jarak jauh.

"Untuk pemula yang mau mulai lari, coba semampunya dulu. Misalnya, satu kilo dulu. Hari berikutnya tambah jadi 2 kilo. Kemudian, tambah jarak lagi secara bertahap. Tambah kecepatan juga. Lama-lama akan biasa," imbuh dokter yang juga hobi lari ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rosacea

Rosacea

Penyakit
8 Penyebab Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
Bradikardia

Bradikardia

Penyakit
10 Penyebab Menopause Dini pada Wanita

10 Penyebab Menopause Dini pada Wanita

Health
Gangguan Sendi Rahang

Gangguan Sendi Rahang

Penyakit
Mengenali Tahap Pemulihan Operasi Caesar

Mengenali Tahap Pemulihan Operasi Caesar

Health
Cacar Api

Cacar Api

Penyakit
7 Efek Gagal Jantung dan Cara Mencegahnya

7 Efek Gagal Jantung dan Cara Mencegahnya

Health
Ptosis

Ptosis

Penyakit
9 Penyebab Pergelangan Tangan Sakit yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Pergelangan Tangan Sakit yang Perlu Diwaspadai

Health
9 Gejala Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

9 Gejala Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
Herpes Genital

Herpes Genital

Penyakit
Hubungan Anemia dan Gagal Jantung yang Penting Diketahui

Hubungan Anemia dan Gagal Jantung yang Penting Diketahui

Health
Sindrom Kompartemen

Sindrom Kompartemen

Penyakit
Menopause Dini pada Wanita Terjadi Pada Usia Berapa?

Menopause Dini pada Wanita Terjadi Pada Usia Berapa?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.