Kompas.com - 15/06/2015, 19:10 WIB
Ilustrasi Ilustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi
JAKARTA, KOMPAS.com - Jangan anggap sepele penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Selain berdampak buruk bagi kesehatan, kasus DBD juga merugikan dari sisi ekonomi.

General Manager Sanofi Pasteur Joko Murdianto mengungkapkan, berdasarkan US National Library of Medicine National Institutes of Health tentang Indonesia: an Emerging Market Economy Beset by Neglected Tropical Diseases tahun 2014, beban biaya DBD di Indonesia mencapai lebih dari 300 juta dollar AS per tahun.

"Biaya yang dikeluarkan di seluruh dunia 6 miliar dollar. Itu sangat besar. Di Indonesia saja 300 juta dollar per tahunnya," ujar Joko di Balai Kota, Jakarta, Senin (15/6/2015).

Jumlah tersebut mewakili lebih dari sepertiga beban ekonomi akibat DBD yang dilaporkan di seluruh wilayah Asia Tenggara. Indonesia pun menjadi negara dengan beban ekonomi tertinggi akibat DBD di Asia Tenggara.

Bagaimana tidak, menurut WHO, pada rentang waktu 2001 hingga 2011 rata-rata terjadi 94.564 kasus dan 472 hingga 1446 orang diantaranya meninggal dunia per tahun. Bahkan antara tahun 2004-2010, Indonesia tercatat sebagai negara kedua dengan kasus DBD terbesar diantara 30 negara atau wilayah endemis DBD.

Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan dari Dinas Kesehatan, Widyastuti mengatakan, DBD telah menganggu produktivitas seseorang. "DBD banyak mengenai usia produktif. Termasuk anak usia sekolah. Kalau dia sakit kan minimal seminggu tidak sekolah. Akibatnya ada proses belajar mengajar yang terhenti. Merugikan ke anak maupun orangtua yang bekerja, jadi harus menunggui si anak di rumah sakit," terang dia

Di DKI Jakarta sendiri, pada Januari hingga awal Juni 2015 terdapat sekitar 3400 kasus DBD. Untuk itu, menurut Widyastuti perlu langkah pencegahan guna menurunkan kasus DBD. Salah satunya yaitu dengan adanya Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di tiap rumah. Kemudian jangan lupa menutup, menguras, dan mendaur ulang tempat-tempat mudah bagi nyamuk untuk berkembang biak.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X