Kompas.com - 08/09/2015, 10:05 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com -  Pendidikan anak harus dimulai sedini mungkin. Anak harus dikenalkan sistem belajar tertentu sejak bayi, jika tidak maka akan ketinggalan dengan anak-anak lain. Metode terbaik mengoptimalkan otak anak adalah dengan cara X. Artinya jika tidak menggunakan cara itu, otak anak tidak berkembang maksimal. Cara paling efektif mengajar anak membaca adalah dengan menggunakan sistem blablabla. Dan lain-lain, dan sebagainya.

Hasilnya? Anak umur dua tahun yang tidak bisa duduk diam selama dua jam di kelas, langsung divonis gangguan konsentrasi. Anak usia lima tahun dipaksa ikut bermacam-macam les yang merenggut waktu bermainnya. Anak tidak belajar sambil duduk menyimak buku, langsung dipanggilkan guru privat.

Stephen Camarata, pakar tumbuh kembang anak yang telah berpraktik selama 25 tahun, dalam esai pendeknya pernah mengungkapkan keprihatinan mengenai hal ini. Menurut Stephen, orang tua harus diberdayakan dengan pengetahuan untuk tidak mudah termakan taktik menakut-nakuti dalam menentukan pola didik dan belajar anak.

Di dalam bukunya, The Intuitive Parent, Stephen mengatakan bahwa hal yang paling penting dalam membesarkan anak yang sehat, cerdas, dan bahagia adalah keberadaan dan kebijaksanaan Anda sebagai orang tua mereka. Berangkat dari pemahaman itu, inilah mitos pola belajar keliru yang masih banyak diterapkan orang tua kepada anak-anaknya.

Mitos #1: Anda harus fokus mengembangkan otak bayi Anda sedini mungkin

Yang paling menakutkan adalah para ahli mengatakan bahwa pengoptimalan otak seharusnya dilakukan pada masa tiga tahun pertama kehidupan anak. Setelah itu, otak tetap berkembang tapi tidak maksimal.

Otak memang memerlukan input agar bisa berkembang, tapi tidak terlalu perlu dengan cara yang khusus. Lingkungan natural seorang bayi - sinyal, suara, rasa, sentuhan, bau yang kita alami juga setiap hari, memberi stimulus yang cukup untuk memicu perkembangan otaknya.

Ketika seorang ibu bernyanyi saat memberi makan atau memakaikan pakaian, secara natural ibu merangsang gelombang otak anak untuk bekerja aktif. Orang tua intuitif - orang tua yang mengikuti naluri mereka, mengembangkan otak bayinya tanpa menetapkan tanpa aksi-aksi yang terkesan memaksa.

Mitos #2: Anak perlu ditempatkan di kelas khusus karena terlambat bicara dibanding anak-anak lain

Pikir lagi jika ada orang, apapun profesinya, yang melabeli anak Anda autis karena dia terlambat bicara, dan guru yang terburu-buru menempatkan anak di kelas khusus.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.