Kompas.com - 15/09/2015, 17:00 WIB
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Ada banyak kondisi mata, yang meski sangat jarang, bisa menyebabkan kebutaan pada anak bila gangguannya tak segera diketahui. Salah satu kondisi tersebut adalah glaukoma pediatrik.

Glaukoma pediatrik terjadi ketika tekanan pada mata semakin besar sehingga menyebabkan kerusakan pada saraf optik.

Kondisi lain yang bisa mencuri penglihatan anak adalah strabismus (mata juling) dan amblyopia atau mata malas pada satu atau kedua mata. Bila tak segera ditangani, gangguan mata ini bisa menyebabkan kerusakan penglihatan, mengambat perkembangan mata dan memicu masalah belajar serta sosialisasi.

Menurut dokter mata Shreya Prabnu, ada dua jenis glaukoma anak, yakni yang terjadi pada usia anak-anak dan glaukoma saat remaja.

"Glaukoma infantile atau anak, terjadi beberapa bulan setelah lahir. Gejalanya lebih mudah dikenali orangtua karena anak tak mau membuka matanya pada cahaya, permukaan mata tampak berkabut dan matanya berair," kata Prabhu.

Anak balita yang menderita glaukoma juga memiliki kornea yang melebar. Orangtua memang agak sulit membedakan kornea yang ukurannya normal dan yang lebar, tapi dokter anak bisa melakukannya.

Sementara itu glaukoma yang terjadi saat remaja biasanya tidak menimbulkan gejala. "Gangguan ini baru diketahui saat anak menjalani tes mata dan terdeteksi gangguan penglihatan atau ada sesuatu dalam matanya," katanya.

Jika anak mulai mengeluhkan ada gangguan pada penglihatannya, misalnya penglihatannya seperti lorong, segera periksakan anak ke dokter mata. Gangguan itu biasanya merupakan tanda penyakitnya semakin memburuk.

Gangguan mata strabismus (mata juling) lebih mudah dikenali karena salah satu mata melihat lurus dan yang lain melihat ke arah luar, arah dalam, atau arah atas.

Pemeriksaan mata pada umumnya dilakukan dokter saat bayi baru lahir. Setelah anak memasuki usia sekolah sebaiknya periksakan kembali mata anak meski tidak ada keluhan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber foxnews
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.