Kompas.com - 04/11/2015, 12:17 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna
JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap persendian memiliki lapisan bantalan tulang rawan pada setiap ujungnya. Ausnya tulang rawan akan menyebabkan timbul rasa nyeri pada persendian. Kondisi ini disebut juga dengan osteoartritis (radang sendi).

Bagian yang paling rentan mengalami osteoartritis antara lain lutut, bahu, pinggul, dan juga sendi pada jari-jari. Awam biasanya menyebut penyakit ini dengan pengapuran.

Data WHO menyebutkan, sekitar 151 juta orang di dunia menderita penyakit ini. Di Indonesia sendiri, radang sendi diderita oleh 34,4 juta orang. Penyakit ini umumnya dialami orang berusia di atas 45 tahun.

Spesialis Ortopedi dan Traumatologi dari RS Jakarta, dr. Adrian W. Tarigan, Sp.OT mengemukakan bahwa osteoartritis (OA) berbeda dengan Osteoporosis.

Adrian menjelaskan, OA adalah proses pengapuran sendi dan bersifat seumur hidup, sementara osteoporosis adalah pengeroposan tulang dan bisa di sembuhkan.

"Seseorang yang menderita OA akan mengalami nyeri terus menerus karena OA belum bisa disembuhkan. Pengobatan yang bisa dilakukan hanya untuk memperlambat kerusakan dan mengurangi rasa nyeri" paparnya dalam acara seminar Osteoartritis yang diadakan oleh SOHO Global Health di Jakarta (3/11/15).

Selain nyeri pada persendian, OA juga memiliki gejala berupa rasa kaku pada satu atau beberapa persendian, terutama di pagi hari setelah bangun tidur. Kadang-kadang timbul benjolan pada sendi jari atau sekitar lutut. Deformitas (perubahan bentuk) tulang juga bisa dilihat dari kaki yang tidak bisa lurus saat berdiri.

"Perlu diwaspadai jika persendian menjadi kaku, terutama pada kaki setelah duduk selama 2 sampai 3 jam. Kaki terasa sulit digerakan dan berat" jelasnya.

Kaum wanita memiliki resiko lebih tinggi menderita OA karena faktor gaya hidup, seperi pemakaian sepatu hak tinggi.

Pengobatan untuk kondisi ini umumnya adalah obat antiperadangan untuk mengurangi rasa tidak nyaman dan nyeri. Misalnya suntikan steroid.

Sementara itu jika nyeri tidak terlalu parah bisa dilakukan pengompresan pada bagian yang sakit dan beristirahat.

Menurunkan berat badan juga perlu dilakukan jika orang yang menderita OA ini mengalami obesitas.

Latihan fisik tetap disarankan, terutama untuk menjaga persendian tetap lentur dan untuk membangun kekuatan otot. Latihan tersebut sangat penting untuk mengurangi kekakuan sendi.  (Muthia Zulfa)


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.