Kompas.com - 10/11/2015, 13:57 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com — Kurus tetapi punya banyak lemak ternyata membahayakan, apalagi jika lemak itu ada di bagian perut.

Sebuah hasil studi baru yang diterbitkan di jurnal Annals of Internal Medicine menunjukkan, mereka yang punya berat badan normal tetapi berperut buncit memiliki risiko lebih besar untuk meninggal dibandingkan dengan mereka yang gemuk merata atau obesitas.

Untuk mendapatkan penemuan ini, periset melihat hasil survei terhadap 15.184 orang dewasa dengan usia 18-90 tahun. Data dari mereka yang terlibat dalam studi itu dipantau selama 14 tahun untuk melihat bagaimana risiko kematian karena penyakit jantung dan risiko total kematian yang ada hubungannya dengan distribusi lemak.

Mereka menemukan orang yang punya indeks massa tubuh normal tetapi rasio pinggang terhadap pinggul tinggi memiliki risiko kematian lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang punya indeks massa tubuh tinggi, tetapi dengan persebaran lemak merata.

Kendati studi ini tidak ditujukan untuk mencari tahu alasan terjadinya hal tersebut, peneliti berspekulasi bahwa penyebabnya adalah lemak yang disimpan di perut atau visceral. Lemak visceral lebih berbahaya dibandingkan lemak di bawah kulit.

Lemak perut ini dapat menyebabkan resistensi insulin serta peradangan. Itu sebabnya orang-orang dengan lemak visceral berisiko tinggi terkena masalah jantung dan masalah lain yang meningkatkan risiko kematian.

"Orang yang kelebihan berat badan atau obesitas berdasarkan indeks massa tubuh memiliki banyak lemak di bawah kulit di sekitar pinggul dan kaki yang berhubungan dengan profil metabolik yang lebih sehat. Hal ini menjelaskan bagaimana mereka bertahan hidup lebih baik di kalangan orang-orang dengan kelebihan berat badan dan obesitas, bahkan di kalangan yang gemuk di perut," tulis peneliti studi tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penemuan mengejutkan ini menambah seru perdebatan mengenai paradoks obesitas. Dalam hal ini, orang yang obesitas, dalam beberapa kasus, hidup lebih lama dibandingkan orang yang lebih langsing. Adapun dalam riset lain, beberapa orang yang tak tampak gemuk dan memiliki indeks massa tubuh normal dapat memiliki risiko kematian lebih tinggi.

Namun, penemuan ini tidak berarti orang kegemukan lebih sehat dibandingkan dengan orang berberat badan normal. Obesitas dipandang sebagai faktor risiko penyakit jantung dan diabetes. Penelitian ini menunjukkan saran agar mereka yang berberat badan normal tetapi berperut buncit untuk mengubah gaya hidup jadi lebih sehat.

"Penemuan kami memiliki implikasi klinis bermakna karena orang dengan berat badan normal dan berperut buncit sering tidak dianggap kurang penting dalam program pencegahan penyakit," demikian dituliskan dalam hasil penelitian itu.

Tim dalam studi itu juga menggarisbawahi pemikiran bahwa indeks massa tubuh punya kelemahan, kendati berguna dalam banyak hal. Banyak peneliti menunjukkan bahwa indeks itu tidak membedakan lemak dan otot. Padahal, otot lebih berat daripada lemak. Indeks itu juga tidak menghitung di mana seseorang menyimpan lemak mereka. Dalam studi ini, peneliti melihat indeks massa tubuh dan rasio pinggang ke pinggul.

"Untuk menemukan orang berisiko tinggi secara lebih baik, seperti mereka yang kelebihan kadar adiposity atau mereka yang punya lemak perut dalam kaitan dengan indeks massa tubuh, data baru ini memberikan bukti bahwa para dokter harus melihat lebih jauh dari sekadar indeks massa tubuh," tulis dr Paul Poirier dari Universite Laval di Quebec, Kanada, dalam editorialnya.

Masih diperlukan lebih banyak riset untuk mengenali faktor-faktor yang menyebabkan pembentukan lemak perut pada orang berberat badan normal dan kaitannya untuk mendapatkan tubuh sehat. Sementara itu, peneliti berargumen, kombinasi penggunaan indeks massa tubuh dan alat pengukuran lain untuk mengukur lemak di perut patut dipertimbangkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber TIME.com
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Lemah Jantung
Lemah Jantung
PENYAKIT
Sakit Lutut
Sakit Lutut
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penis Lecet

Penis Lecet

Penyakit
Coulrophobia

Coulrophobia

Penyakit
Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Health
Tinnitus

Tinnitus

Penyakit
Rabun

Rabun

Penyakit
Gastroschisis

Gastroschisis

Penyakit
5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

Health
Lemah Jantung

Lemah Jantung

Penyakit
Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Health
Agranulositosis

Agranulositosis

Penyakit
8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

Health
Edema Paru

Edema Paru

Penyakit
7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

Health
Balanitis

Balanitis

Penyakit
6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.