Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 14/11/2015, 15:00 WIB
|
EditorLusia Kus Anna
JAKARTA, KOMPAS.com - Prevalensi pengidap diabetes di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), 9 juta penduduk Indonesia hidup dengan diabetes. Yang mengkhawatirkan, diabetes banyak terjadi pada usia produktif.

"Posisi usia penyandang diabetes tidak berubah-ubah. Paling banyak usia produktif. Kalau terus terjadi, banyak kehilangan sumber daya manusia berkualitas karena menurunnya produktivitas," ujar Ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Achmad Rudjianto dalam jumpa pers Hari Diabetes Sedunia di Jakarta, Sabtu (14/11/2015).

Rudjianto mengungkapkan, tingginya angka diabetes di Indonesia akibat perubahan gaya hidup. Banyak orang-orang di usia produktif konsumsi makanan berlebihan, makanan cepat saji, kurang bergerak, tak pernah berolahraga, dan merokok.

Tanpa disadari, pola hidup tersebut sebenarnya mengundang penyakit diabetes. Penyakit ini jarang disadari karena berkembang perlahan dan tidak bergejala.

Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Lily S Sulistyowati menambahkan, tingginya penyandang diabetes, khususnya di usia produktif, akan meningkatkan disabilitas, kematian dini, dan beban biaya kesehatan.

Hal ini tentu akan mengancam bonus demografi di Indonesia. Sejak adanya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), angka berobat ke fasilitas kesehatan mengalami peningkatan secara drastis.

Diabetes menenpari posisi keenam sebagai penyakit dengan beban ekonomi kesehatan tinggi. "Jadi upaya promotif dan preventif saat ini lebih kita kedepankan dibanding pengobatan," kata Lily.

Diabetes telah menjadi permasalahan di dunia. Saat ini, menurut data IDF, sekitar 320 masyarakat di dunia adalah penyandang diabetes. Jika dibiarkan, kasus diabetes di dunia diperkirakan akan meningkat menjadi 529 juta jiwa pada tahun 2035.

Pada Hari Diabetes Sedunia yang jatuh pada hari ini, pemerintah Indonesia menekankan pada pentingnya menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah diabetes.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+