Kompas.com - 14/12/2015, 20:19 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Iyengar yoga adalah salah satu aliran yoga yang dikembangkan oleh Bellur Krishnamachar Sundararaja Iyengar dari India. Di usia 18 tahun, Iyengar mulai menjadi guru yoga. Ia menyebut setiap praktik gerakan yoga dengan “art and science”.  Hingga saat ini Iyengar yoga sudah diajarkan di lebih dari 70 negara.

"Dunia Barat tahu yoga karena Iyengar. Ia mengembangkan gaya yoga untuk orang-orang biasa. Dia memperkenalkan alat peraga sederhana dan alat bantu seperti tali, selimut, dinding untuk memudahkan orang untuk membuat mudah bagi massa, "kata Yogi Santatmananda Saraswati dari Swami Dayananda Ashram, di Rishikesh, pada saat kematiannya tahun lalu.

Iyengar yoga menekankan ketepatan dan keselarasan fisik tubuh. Dengan bergerak untuk mencapai keselarasan sempurna dalam setiap pose, belajar yoga Iyengar bertujuan untuk menciptakan keseimbangan dalam tubuh dan pikiran.

Selain membantu memperoleh fleksibilitas dan kekuatan tubuh, Iyengar yoga juga dipercaya dapat berguna untuk mengelola kondisi kesehatan tertentu.

Yang unik dari Iyengar yoga adalah penggunaan alat peraga seperti blok, bantal, kursi, dan guling. Alat peraga ini untuk membantu mencapai keselarasan sempurna dalam setiap pose.

Dalam Iyengar yoga pose-pose juga dilakukan dalam urutan tertentu untuk memaksimalkan manfaat menguntungkan bagi tubuh.

Sebagai bukti, hasil penelitian menunjukkan bahwa berlatih Iyengar yoga dapat menghasilkan berbagai manfaat kesehatan tertentu. Berikut ini adalah hasil beberapa temuan studi:


1.       Osteoarthritis

Dalam sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2005, para ilmuwan menemukan bahwa Iyengar  yoga dapat mengurangi rasa sakit pada orang dengan osteoarthritis lutut.

Penelitian ini melibatkan 11 yoga pemula dengan osteoarthritis, semuanya ditugaskan untuk delapan minggu pelatihan Iyengar yoga (melibatkan satu sesi 90 menit setiap minggu).

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Health
Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Penyakit
Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Health
Limfangitis

Limfangitis

Penyakit
Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
Penyakit Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit
3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

Health
Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Health
6 Gejala Asam Urat di Lutut

6 Gejala Asam Urat di Lutut

Health
Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit
10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

Health
Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.