Kompas.com - 30/12/2015, 18:09 WIB
Ilustrasi Rokok elektronik. ShutterstockIlustrasi Rokok elektronik.
|
EditorBestari Kumala Dewi
KOMPAS.com - Banyak produsen rokok elektronik mengklaim bebas nikotin, sehingga menganggap rokoknya tidak berbahaya. Namun, penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Oral Oncology menunjukkan, tanpa kandungan nikotin pun menghisap rokok elektronik tetap meningkatkan risiko penyakit kanker.

Peneliti menguji dua merek rokok elektronik yang paling banyak digunakan. Dalam percobaan di laboratorium, peneliti menemukan adanya kerusakan sel yang memicu penyakit setelah menghisap rokok elektronik, tanpa kandungan nikotin sekalipun.

Profesor Jessica Wang-Rodriquez, dari Universitas California, San Diego mengatakan penelitian efek rokok elektronik pada sel manusia terus dilakukan. Dalam pengujian terhadap gadis yang merokok elektronik menunjukkan terjadinya kerusakan sel yang bisa memicu kanker.

Peneliti menggunakan sel-sel epitel yang normal di rongga seluruh tubuh, termasuk mulut dan paru-paru. "Banyak penelitian yang menunjukkan nikotin dapat merusak sel. Tapi kami menemukan variabel lain dapat juga menyebabkan kerusakan," ujar Wang-Rodriguez.

Ia menduga ada komponen lain dalam rokok elektronik yang bersifat karsinogen atau dapat merusak sel menjadi kanker. Peneliti pun mulai mencari tahu lebih lanjut zat beracun lainnya itu.

Salah satu zat bersifat karsinogen yang ditemukan dalam rokok elektronik, yaitu formaldehida. Zat lain yang berbahaya, yaitu diacetyl, penyedap yang dikaitkan dengan penyakit paru-paru.

Sebuah studi Harvard menemukan, kandungan tersebut lebih dari tiga perempat rokok elektronik dengan berbagai macam rasa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Berdasarkan bukti sampai saat ini, saya percaya rokok elektronik tidak lebih baik dari merokok biasa," lanjut Wang-Rodriguez.

Temuan ini menambah daftar bahaya rokok elektronik bagi kesehatan. Racun yang juga terkandung dalam rokok elektronik bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Saat ini ada sekitar 500 merek rokok elektronik di pasaran dan lebih dari 7000 rasa. Namun, sejumlah negara telah melarang peredaran rokok elektronik.

Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat pun tidak mengatut regulasi rokok elektronik dan memberi peringatan bahaya rokok elektronik.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber The Mirror
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

Health
8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

Health
Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda

Penyakit
4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Health
Liposarkoma

Liposarkoma

Penyakit
7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

Health
Batu Empedu

Batu Empedu

Penyakit
12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

Health
Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Penyakit
4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Gastroparesis

Gastroparesis

Penyakit
Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Trikotilomania

Trikotilomania

Penyakit
Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.