Kompas.com - 11/04/2016, 11:45 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Makanan tanpa garam tentu terasa hambar, tetapi tetap batasi asupan makanan mengandung garam. Terlalu banyak mengonsumsi garam memicu banyak kerusakan pada tubuh karena sifatnya yang toksik.

Asupan garam yang optimal setiap harinya adalah sekitar 1.500 - 2.300 miligram. Ketahui bagaimana sebenarnya garam menyebabkan gangguan pada tubuh dan gejalanya.

1. Menyebabkan retensi cairan
Retensi cairan atau edema bisa disebabkan oleh asupan garam berlebihan. Beberapa metode diet yang tidak sehat melibatkan asupan garam yang tinggi sehingga tubuh menahan cairan dan kita minum terlalu banyak air.

Gejala retensi cairan akibat kelebihan garam antara lain kaki, tangan dan siku bengkak. Anda mungkin menyadarinya ketika pakaian dan celana terasa lebih sempit dan juga berat badan naik. Segera periksakan ke dokter dan perbaiki pola makan Anda.

2. Tekanan darah tinggi
Kelebihan garam dalam tubuh akan membuat tubuh menahan air. Kelebihan air ini akan meningkatkan tekanan darah yang juga berpengaruh pada liver. Dengan kata lain, tekanan darah tinggi lama kelamaan akan merusak liver, jantung, juga ginjal, dan otak.

Pada umumnya tekanan darah tinggi tidak menyebabkan gejala khas, kecuali jika tekanannya sangat tinggi. Gejala yang biasa dialami adalah sering sakit kepala.

Mengetahui berapa garam yang sudah kita konsumsi memang tidak mudah. Salah satu caranya adalah dengan membaca label gizi dalam makanan, mengurangi makanan kemasan, serta tidak menambahkan garam meja dalam makanan yang kita pesan di restoran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa Kita Mengantuk Setelah Makan?

Mengapa Kita Mengantuk Setelah Makan?

Health
4 Cara Mengatasi Overthingking

4 Cara Mengatasi Overthingking

Health
8 Cara Menghilangkan Mata Ikan secara Alami dan dengan Bantuan Obat

8 Cara Menghilangkan Mata Ikan secara Alami dan dengan Bantuan Obat

Health
Bagaimana Cara Menyusui Bayi?

Bagaimana Cara Menyusui Bayi?

Health
Manfaat Pemberian ASI Bagi Bayi dan Ibu

Manfaat Pemberian ASI Bagi Bayi dan Ibu

Health
7 Manfaat Vitamin B Kompleks untuk Kesehatan

7 Manfaat Vitamin B Kompleks untuk Kesehatan

Health
12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

Health
Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Health
Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Health
Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Health
Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Health
Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.