Kompas.com - 09/06/2016, 12:00 WIB
EditorLusia Kus Anna

TANYA:

Selamat siang dok, saya ingin bertanya tentang perbedaan pemeriksaan gula darah biasa (puasa) dengan pemeriksaan HbA1C. Mengapa saya diharuskan periksa HbA1C oleh dokter saya, katanya sih lebih akurat.  Saya mengidap diabetes dan rutin minum obat. Kadar gula darah juga tidak terlalu tinggi 140. Tapi memang saya menderita hipertensi.

Yang kedua, apa tidak berbahaya bagi ginjal saya dok setiap hari harus minum obat diabetes dan hipertensi. Kalau penyakit saya terkontrol boleh tidak saja jeda minum obat dulu dan menggantinya dengan obat herbal.
Atikah (47), Bekasi

JAWAB:

Saudara Atikah yang terhormat di Bekasi

Menjawab pertanyaan Saudari tentang perbedaan gula darah puasa dengan HbA1c, dengan sederhana dapat Saya sampaikan bahwa gula darah puasa menunjukkan kadar gula darah sesaat, atau waktu itu, yang terukur dalam darah setelah puasa 8 jam.

Sedangkan HbA1c menunjukkan kadar gula darah rata-rata dalam 2-3 bulan. Jadi, memang pemeriksaan HbA1c ini lebih baik, lebih akurat karena menggambarkan kadar gula darah dalam waktu yang cukup lama, 2-3 bulan. Semakin baik kadar HbA1c ini maka semakin kecil pula  risiko komplikasi diabetes melitus yang sering mengancam penderita diabetes melitus.

Pendekatan pertama pengobatan diabetes melitus tipe 2, teruatama penderita yang obesitas adalah dengan diet dan perubahan gaya hidup seperti olahraga. Bila dengan diet dan olahraga gula darah belum terkontrol dengan baik, baru diberikan obat-obat medikamentosa.

Saya tidak tahu apakah saudari sebelumnya sudah menjalani diet,  olahraga, dan apakah saudari berat badannya normal atau obes. Kalau memang saudari sudah menjalani diet, olahragaa, tetapi gula darah tetap belum terkontrol, maka obat-obatan harus diberikan.

Tentang kekhawatiran komplikasi obat-obatan yang dikonsumsi, terutama terhadap ginjal,  selagi diberikan oleh dokter yang berkompeten dan di bawah pengawasannya, biasanya tidak masalah. Dan, perlu diingat bahwa gula darah, tekanan darah  yang tinggi, yang tidak terkontrol merupakan ancaman yang lebih berbahaya dibandingkan dengan kemungkinan komplikasi obat-obatan yang saudari takutkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.