Sia-siakah Memvaksin Anak Kita?

Kompas.com - 29/06/2016, 11:35 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorWisnubrata

Orangtua yang menolak imunisasi mungkin tak mengalami hidup saat ada wabah penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi terjadi dan menelan korban jiwa. Memang setelah angka kejadian penyakit turun dan jarang terjadi, orang menjadi lengah.

Kasus di Amerika Serikat bisa menjadi contoh.  Laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan penyakit (CDC) AS menyatakan, pada Januari 2015 hingga 17 April 2015, ada 162 kasus campak yang tersebar di 19 negara bagian. Sumber penularan diketahui dari seorang anak yang tidak divaksin lalu tertular virus ini dan menularkannya ke anak-anak lain.

Sementara itu di Padang pada tahun 2012 terjadi wabah difteri. Hasil penelusuran mengungkap, setelah adanya seminar antivaksin tahun 2012 di Sumatera Barat, imunisasi dalam dua tahun setelahnya menurun drastis, dari 93 persen menjadi 35 persen.

Penyakit difteri yang menyerang saluran pernapasan atas ini mengakibatkan dua korban anak-anak meninggal dunia karena tidak divaksinasi. Padahal, difteri bisa dicegah dengan imunisasi DPT yang sudah diwajibkan pemerintah.

Memang ada anak yang tidak divaksin tetapi sehat-sehat saja. Kemungkinan besar anak tersebut mendapat efek perlindungan dari lingkungan di sekitarnya yang sudah mendapat vaksin.

Tetapi, agar wabah penyakit tak muncul, cakupan anak yang divaksin harus di atas 80 persen. Jika cakupan imunisasi tinggi, manfaat pencegahan penularan penyakit juga lebih nyata.

Mengingat jumlah bayi dan anak di Indonesia jutaan orang, untuk mencapai cakupan yang tinggi perlu kerja sama semua pihak, baik pemerintah, petugas kesehatan, maupun masyarakat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, ancaman virus dan bakteri yang semakin besar karena mudahnya perjalanan orang antar negara, seharusnya membuat orangtua lebih berhati-hati melindungi anaknya. Imunisasi adalah cara paling efektif untuk mencegah penyakit.

Upaya hidup bersih dan juga obat-obatan herbal memang bisa meningkatkan kekebalan tubuh, tetapi tidak dapat menggantikan imunisasi karena untuk mencegah penyakit diperlukan antibodi yang meningkat tajam. Hal ini belum dapat dicapai tanpa pemberian vaksin.

Jaminan

Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Malnutrisi
Malnutrisi
PENYAKIT
Kram Perut
Kram Perut
PENYAKIT
Anosmia
Anosmia
PENYAKIT
Kejang Demam
Kejang Demam
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kram Perut

Kram Perut

Penyakit
Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Health
Malnutrisi

Malnutrisi

Penyakit
Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Health
Anosmia

Anosmia

Penyakit
Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Health
Pantat Pegal

Pantat Pegal

Penyakit
12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

Health
Perut Buncit

Perut Buncit

Penyakit
Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Health
Kulit Belang

Kulit Belang

Penyakit
10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

Health
Betis Bengkak

Betis Bengkak

Penyakit
Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Health
Pusar Sakit

Pusar Sakit

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.