Kompas.com - 03/07/2016, 19:15 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Masak apa Anda nanti pada hari Lebaran? Hidangan penuh daging merah dan santan atau ikan dan daging ayam? Sebelum Anda menentukan hidangan untuk Lebaran nanti, kami perlu mengingatkan bahwa pola makan tinggi kolesterol, lemak jenuh, dan lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung, menurut American Heart Association.

Banyak makanan yang berasal dari hewan - seperti daging dan produk susu - sarat kan lemak jenuh. Sedangkan makanan yang dipanggang dan makanan cepat saji penuh dengan lemak trans.

 

Daging Sapi

Bahkan, meski sudah diolah dengan minyak sehat seperti minyak zaitun, empat ons daging iga tetap mengandung lemak jenuh dan kolesterol lebih dari jumlah yang diperbolehkan ilmu kesehatan.

Dengan tidak ada yang lain di piring Anda, Anda akan terdorong untuk makan 20 persen lebih banyak lemak jenuh dan 22 persen kolesterol, lebih dari yang diiizinkan para ahli gizi.

Jika Anda belum siap mengucapkan selamat tinggal pada daging merah, pilih bagian daging yang lebih sedikit lemaknya seperti tenderloin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Daging Ayam

Meskipun ayam biasanya dianggap sebagai pilihan daging dengan kandungan lemak yang lebih rendah dari daging merah, bagaimana Anda memasaknya dapat membuat perbedaan besar. Misalnya, satu paha ayam dengan kulit memiliki lebih banyak lemak dan kolesterol daripada secangkir es krim atau hamburger.

Mengonsumsi daging ayam dengan kulitnya dan mengolahnya dengan cara menggoreng, membuat ayam atau daging unggas lainnya, termasuk makanan tinggi kolesterol. Ingat juga, daging unggas berwarna gelap memiliki lebih banyak lemak daripada daging yang berwarna putih.

 

Seafood
Beberapa jenis makanan laut, misalnya ikan tuna atau tongkol, baik untuk kesehatan Anda. Tetapi, ada juga yang sarat dengan kolesterol. Lobster, misalnya, bukanlah pilihan yang baik jika Anda memiliki penyakit jantung atau kolesterol tinggi.

Tiga ons lobster memiliki 61 mg kolesterol - dan itu sebelum Anda mencelupkannya ke dalam mentega cair.

Jika pada Lebaran kali ini, Anda menyajikan hidangan laut, olahlah tanpa mentega dan ingat bahwa dipanggang jauh lebih baik daripada digoreng. Anda juga perlu ingat jumlah yang Anda makan, semakin banyak yang Anda makan, semakin tinggi kolesterol yang Anda asup.

 

Liver (Jeroan)

Liver atau hati sarat dengan besi yang berguna untuk membantu pembentukan sel darah merah, tetapi juga tinggi kolesterol. Kolesterol dibuat dan disimpan dalam hati. Kebanyakan kolesterol dalam daging hewan ditemukan dalam daging organ dalam atau jeroan seperti hati.

Ingat, American Heart Association mengatakan, jangan mengonsumsi lebih dari 300 mg kolesterol untuk orang dewasa yang sehat.

Tiga ons hati sapi mengandung 331 mg kolesterol. Lupakan hati dan jeroan sebagai hidangan Lebaran jika Anda ingin tetap berpinggang ramping.

 

Kuning Telur

Hal pertama yang perlu Anda ketahui tentang makanan kolesterol tinggi adalah bahwa moderasi dan keseimbangan adalah hal yang penting. Umumnya, telur dianggap sebagai pilihan yang relatif sehat - dalam batas-batas tertentu.

Anda dapat menjadikan telur sebagai bagian dari diet jantung sehat, menurut American Heart Association, selama Anda tidak mengonsumsi kolesterol dari sumber lain, seperti daging dan susu. Kolesterol telur, terbanyak ada pada bagian kuningnya.

 

Snack (Makanan ringan)

Lemak trans dapat mengubah makanan sehat menjadi makanan tinggi kolesterol. Lemak ini dihasilkan dari menambahkan hidrogen ke minyak nabati, yang kemudian digunakan untuk menggoreng atau memanggang makanan seperti kue kering, kue, kentang goreng, onion ring, dan kerupuk. Apakah itu goreng, au gratin, atau renyah, banyak hal yang kita suka makan yang buruk bagi kadar kolesterol kita.

Baca label pada kemasan dan pilih snack yang paling sedikit mengandung lemak trans, kolesterol, gula dan sodium.

Semakin kecil jumlah makanan ringan (terutama makanan ringan dalam kemasan) yang Anda konsumsi, semakin rendah jumlah kolesterol yang Anda konsumsi dan itu berarti baik untuk jantung Anda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Intoleransi Laktosa

Intoleransi Laktosa

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

Health
Cacar Monyet

Cacar Monyet

Penyakit
 4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

Health
Buta Warna

Buta Warna

Penyakit
13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

Health
Cedera Tendon Achilles

Cedera Tendon Achilles

Penyakit
Henti Jantung Mendadak

Henti Jantung Mendadak

Penyakit
Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Health
Amaurosis Fugax

Amaurosis Fugax

Health
4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

Health
Alzheimer

Alzheimer

Penyakit
7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi pada Penderita Diabetes

7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi pada Penderita Diabetes

Health
Paraplegia

Paraplegia

Penyakit
9 Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Hepatitis

9 Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Hepatitis

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.