Kompas.com - 06/10/2016, 13:44 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Jika si kecil sakit, baiknya tunda perjalanan dengan pesawat. Jangan ambil risiko. Tahukah Anda mengapa jangan membawa bayi sakit naik pesawat?

Mengajak bayi yang sedang sakit untuk bepergian dengan pesawat ternyata bisa membahayakan kesehatannya. Bayi dengan suhu tubuh tinggi (demam) rawan mengalami dehidrasi.

Dampak lebih lanjut, bila kekurangan cairan pada tubuh tersebut tidak teratasi, di antaranya dapat mengakibatkan kejang yang berakhir dengan kematian, bila kondisi kejang tersebut tidak segera teratasi.

Tambahan lagi, gejala dehidrasi pada bayi tidak mudah terdeteksi, demikian pula dengan kejang. Kejang pada bayi bisa ditandai hanya bibir kedutan, tangan tremor, atau mata yang bergerak ke atas menyerupai juling. Berbeda dari gejala kejang pada anak-anak atau orang dewasa yang dapat ditandai dengan anggota tubuh yang tegang.

Selain itu, semakin tinggi pesawat mengudara, semakin menurun kadar oksigen pada udara yang dihirup. Nah, pada saat tubuh sedang tidak prima, kekurangan oksigen dapat menyebabkan kematian. Pasalnya, keterbatasan suplai oksigen ke seluruh tubuh tentunya akan memengaruhi fungsi organ-organ tubuh, termasuk jantung dan paru-paru.

Ketika  jantung dan paru-paru tidak berfungsi dengan maksimal, maka suplai darah dan oksigen ke seluruh tubuh akan mengalami gangguan yang dapat menyebabkan kematian.

Gangguan kesehatan lain yang mungkin muncul saat bayi sakit diajak naik pesawat adalah tekanan yang membuat nyeri organ telinga. Bahkan sangat mungkin gendang telinga robek bila tekanannya terlalu ekstrem.

Perubahan tekanan udara terjadi ketika pesawat mengudara dan tinggal landas, perubahan tekanan udara inilah yang dapat membahayakan gendang telinga.

Dalam kondisi yang sehat saja, perubahan tekanan udara dapat menyebabkan rasa nyeri pada telinga, palagi saat kondisi tubuh tidak sehat, misal ketika batuk pilek. Tekanan pada gendang telinganya dapat menyebabkan robek. Itulah mengapa, sebaiknya bayi yang sedang batuk pilek jangan diajak naik pesawat udara dulu. (Tabloid-Nakita.com/Dini Felicitas)

Narasumber: Dr. Satyawati, SpA, RS Azra Bogor


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.