Kompas.com - 24/12/2016, 12:00 WIB
Ilustrasi garam Thinkstock/iStockIlustrasi garam
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Terdiagnosis tekanan darah tinggi adalah tanda yang jelas bahwa kemungkinan besar selama ini pola makan Anda kelebihan konsumsi garam.

Hipertensi bukanlah satu-satunya alasan untuk mengurangi asupan garam. Ketika tubuh mengalami kelebihan garam, sebenarnya ia mengirimkan sinyal berupa gangguan kesehatan, namun kita sering mengabaikannya.

Ketahui apa saja tanda-tanda tubuh kelebihan konsumsi garam:

- Cincin terasa sempit
Rasanya jarum timbangan tidak berubah, namun mengapa belakangan ini cincin yang sehari-hari dikenakan jadi terasa sempit? Kemungkinannya adalah jari sedikit bengkak karena adanya retensi cairan, yang dipicu oleh kelebihan garam.

"Tubuh kita adalah mesin yang kompleks yang harus menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit," kata Dr.Mehran Movassaghi.

Ia menambahkan, mengonsumsi kelebihan sodium akan membuat otak melepaskan hormon yang memerintahkan tubuh untuk menahan cairan sebanyak mungkin sebagai cara menjaga keseimbangan.

- Mulut terasa kering
Setelah mengonsumsi makanan yang mengandung sodium tinggi, tubuh akan merasa ada ketidakseimbangan antara garam dan air. Untuk mengembalikan kondisi normal, kita membutuhkan lebih banyak konsumsi air sehingga otak mengirim sinyal haus.

- Kepala berat
Anda mungkin tak mengira sebungkus keripik yang baru habis dikunyah berkaitan dengan serangan sakit kepala. Penelitian menunjukkan, orang dewasa yang mengasup 3.500 mg sodium setiap hari beresiko mengalami sakit kepala tiga kali lebih sering dibanding orang yang mengonsumsi garam separuhnya.

Ada kaitan kuat antara hipertensi dengan sakit kepala. Namun, orang yang mengonsumsi banyak garam cenderung mengalami sakit kepala walau tekanan darahnya normal.

- Sering ke toilet
Banyak minum bukan satu-satunya penyebab kita jadi sering buang air kecil. Mengonsumsi kelebihan garam juga menyebabkan efek serupa. Ini karena ginjal harus bekerja keras mengeluarkan kelebihan garam sehingga pipis pun menjadi lebih sering.

- Sulit berpikir
Kebanyakan konsumsi garam akan menyebabkan tubuh dehidrasi yang akhirnya memicu kemampuan berpikir berkurang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.