Kompas.com - 24/02/2017, 19:05 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Anda sering cemas? Apakah Anda peminum kopi? Mungkin ini saatnya untuk mengurangi kebiasaan ngopi, karena kafein merupakan faktor utama yang berhubungan erat dengan stres.

"Kafein memiliki banyak muatan yang meniru kecemasan. Jika Anda cemas, kafein akan memperparah gejala itu," kata Dr Leica Goldberg, seorang ahli kardiologi dari NYU Langone Medical Center dan direktur medis Joan H. Tisch Center untuk kesehatan wanita.

Bagaimana kafein memengaruhi kadar stres dan kecemasan seseorang? "Pada orang yang rentan terkena kelainan suasana hati, kafein punya efek lebih kuat," ujar Dr Mirwat Sami, MD.

Semuanya itu bergantung pada hormon stres, kortisol dan adrenalin. Kafein menstimulasi produksi keduanya di tubuh kita. Tubuh merespon dengan meningkatkan detak jantung dan napas lebih cepat.

"Respon ini tidak hanya memicu kecemasan tetapi juga menjaganya tetap tinggi," kata Jodi Aman, seorang psikoterapis.

Kafein pun melenyapkan mineral yang memerangi kecemasan seperti magnesium. Dengan begitu, hanya tersisa sangat sedikit di tubuh untuk memerangi kopi.

Apakah kita masih boleh minum kopi? Untuk sebagian besar orang boleh minum kopi dengan porsi sedang.

Dr Goldberg membolehkan pasiennya minum kopi dalam porsi sedang. Agar porsi tak jadi berlebihan, kita perlu memerhatikan asupan.

Kopi dan espresso akan memberikan asupan kafein antara 77 sampai 135 mg, sedangkan teh antara 15 hingga 70 mg. Satu cangkir kopi setiap hari dibolehkan untuk diminum oleh hampir semua dokter.

"Kopi dalam porsi sedang itu tak hanya melindungi kita dari serangan panik karena kebanyakan kafein, tetapi juga menghindari tubuh dari ketergantungan kafein yang bersifat
sangat adiktif," kata Dr Sami.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Bumbu Dapur yang Bisa Bantu Berat Badan, Apa Saja?

8 Bumbu Dapur yang Bisa Bantu Berat Badan, Apa Saja?

Health
Pankreatitis Kronis

Pankreatitis Kronis

Penyakit
13 Gejala Pneumonia pada Anak yang Perlu Diwaspadai

13 Gejala Pneumonia pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Health
Koarktasio Aorta

Koarktasio Aorta

Penyakit
Cara Mengatasi Iritasi saat Mencukur Bulu Tubuh

Cara Mengatasi Iritasi saat Mencukur Bulu Tubuh

Health
Karsinoma Sel Basal

Karsinoma Sel Basal

Penyakit
Anoreksia vs Bulimia, Apa Perbedaan Gejalanya?

Anoreksia vs Bulimia, Apa Perbedaan Gejalanya?

Health
BKKBN Siapkan 'Tim Pendamping Warga' untuk Kejar Target Stunting Nasional

BKKBN Siapkan "Tim Pendamping Warga" untuk Kejar Target Stunting Nasional

Health
Mengenal Gejala dan Penyebab Stroke Tulang Belakang

Mengenal Gejala dan Penyebab Stroke Tulang Belakang

Health
8 Gejala Tumor Otak

8 Gejala Tumor Otak

Health
Kapan Waktu Tidur yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Jantung?

Kapan Waktu Tidur yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Jantung?

Health
Apa yang Terjadi Ketika Jantung Berhenti Mendadak?

Apa yang Terjadi Ketika Jantung Berhenti Mendadak?

Health
3 Fase DBD (Demam Berdarah) dari Demam sampai Sembuh

3 Fase DBD (Demam Berdarah) dari Demam sampai Sembuh

Health
8 Cara Menghilangkan Memar secara Alami

8 Cara Menghilangkan Memar secara Alami

Health
Perut Sering Lapar Bisa Jadi Tanda Apa Saja?

Perut Sering Lapar Bisa Jadi Tanda Apa Saja?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.