6 Cara Tingkatkan Daya Tahan Tubuh untuk Hindari DBD

Kompas.com - 10/12/2019, 16:00 WIB
Ilustrasi demam berdarah, nyamuk aedes aegypti. Ilustrasi demam berdarah, nyamuk aedes aegypti.

KOMPAS.com - Salah satu penyakit yang mesti diwaspadai saat memasuki musim hujan adalah demam berdarah dengue ( DBD).

Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Penyebab DBD tidak lain adalah virus dengue yang masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti betina.

Namun, tidak semua orang yang terserang virus ini akan mengalami infeksi. Hal ini berkaitan dengan daya tahan tubuh.

Seseorang yang memiliki daya tahan tubuh kuat cenderung mampu mempertahankan diri dari serangan virus dengue.

Melansir dari Buku Demam Berdarah Perawatan di Rumah & Rumah Sakit plus Menu karya Dr. Hindra I. Satari, Sp.A (K) dan Mila Meiliasari (2008), menyatakan virus dengue yang sudah masuk ke dalam tubuh tidak selalu dapat menimbulkan infeksi.

"Jika daya tahan tubuh cukup kuat maka dengan sendirinya virus tersebut dapat dilawan oleh tubuh," jelas penulis dikutip Kompas.com (10/12/2019).

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari penyakit mematikan ini.

Baca juga: Musim Hujan Segera Tiba, Kenali Gejala DBD pada Anak

Berikut ini tips yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh:

1. Konsumsi sayuran

Konsumsi sayuran hijau diyakini dapat mendukung sistem kekebalan tubuh.

Dilansir dari Kompas.com (26/03/2018), menurut sebuah eksperimen yang dilakukan pada tikus, makan sayuran criciferous, seperti brokoli, kembang kol, dan kol dapat membantu mengirimkan sinyal kimia ke tubuh yang meningkatkan protein pada permukaaan sel yang diperlukan untuk membuat kerja sistem kekebalan tubuh optimal.

Tikus sehat yang tidak makan sayuran hijau diketahui mengalami penurunan protein permukaan sel 70-80 persen.

Namun, ada pilihan juga untuk mengonsumsi sayuran berwarna oranye yang mengandung vitamin A.

Vitamin A diketahui bermanfaat untuk menguatkan fungsi penglihatan. Selain itu, vitamin ini dapat juga menjaga kesehatan kulit, gusi, gigi, dan yang terpenting adalah meningkatkan sistem imunitas untuk melawan virus.

Sayuran dengan vitamin A antara lain ubi manis, labu, belewah, dan aprikot kering.

2. Konsumsi buah

Beberapa buah diketahui mengandung vitamin C dan zat anti oksidan yang dibutuhkan untuk menjaga daya tahan tubuh.

Sebut saja lemon. Salah satu senyawa baik yang terkandung dalam lemon adalah bio-flavonoid yang terkenal dengan kemampuannya melawan radikal bebas penyebab kanker.

Ada juga apel. Melansir dari Kompas.com (21/6/2018), sebuah penelitian pada 2015 menemukan, orang yang makan satu buah apel setiap hari menggunakan lebih sedikit obat.

Apel juga kaya serat sehingga membantu mengurangi peradangan umum selama infeksi.

Baca juga: Bukan Cuma Bikin Gatal, Gigitan Nyamuk Bisa Pengaruhi Kekebalan Tubuh

3. Konsumsi makanan bervitamin D

Konsumsi vitamin D diketahui bermanfaat untuk membantu pertumbuhan tulang, menjaga kesehatan jantung, dan menjaga sistem kekebalan tubuh.

Sejumlah makanan yang mengandung vitamin D, antara lain jamur, ikan salmon, kuning telur ikan tuna, dan hati sapi.

Vitamin D juga dapat dijumpai dalam wujud suplemen yang tersedia di apotek-apotek. Tapi sebelum mengonsumsi suplemen ini, sioapa saja dianjurkan untuk konsultasi dulu dengan dokter.

4. Olahraga teratur

Olahraga cukup diperlukan bukan hanya akan mempercepat proses metabolisme, tapi juga mendongkrak sistem imunitas.

Melansir dari Kompas.com (29/04/2009), bila memungkinkan, seseorang dianjurkan melakukan latihan selama 45 menit dengan intensitas 4 sampai 5 kali dalam sepekan.

Baca juga: 7 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

5. Istirahat cukup

Tidur cukup menjadi salah satu kunci terwujudnya kekebalan tubuh yang kuat.

Orang yang tidur minimal delapan jam setiap malam selama dua pekan terbukti lebih kebal dari serangan virus dan kuman bakteri.

Sementara orang yang tidur kurang dari enam jam setiap malam akan empat kali lebih mudah mengalami flu karena virus dibandingkan dengan orang yang tidur tujuh jam atau lebih.

Hal itu disebabkan selama tidur tubuh melepaskan sitokin, sejenis protein yang membantu tubuh melawan infeksi dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

6. Jaga kebersihan

Menjaga kebersihan diri dan lingkungan menjadi salah satu cara untuk tetap sehat.

Melansir dari website Kementerian Kesehatan (Kemenkes) www.p2p.kemkes.go.id, disebutkan pemberantasan sarang nyamuk menjadi cara paling efektif untuk pencegahan demam berdarah dengue (DBD).

Selain itu, perlu ditambah membudayakan perilaku hidup bersih dan sebisa mungkin menghindari gigitan nyamuk, seperti tidur dengan memasang kelambu, menggunakan lision antinyamuk, dan menanam tanaman pengusir nyamuk.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X