Kompas.com - 11/12/2019, 13:04 WIB
Vokalis Roxette, Marie Fredriksson saat tampil di Cologne, Jerman, pada 19 Maret 20111. Marie Fredriksson meninggal dunia pada usia 61 tahun, Senin (9/12/2019). AFP/PATRIK STOLLARZVokalis Roxette, Marie Fredriksson saat tampil di Cologne, Jerman, pada 19 Maret 20111. Marie Fredriksson meninggal dunia pada usia 61 tahun, Senin (9/12/2019).

KOMPAS.com - Vokalis Roxette Marie Fredriksson meninggal dunia pada usia 61 tahun, Senin (9/12/2019). Ia meninggal setelah berjuang melawan kanker otak selama 17 tahun.

Sebelumnya, Marie Fredriksson didiagonis menderita kanker otak pada 2002. Setelah melalui pengobatan intensif, dia dinyatakan sembuh.

Namun akibat pengobatan itu, ia justru mengalami buta sebelah serta pendengaran dan kemampuan geraknya berkurang.

Bahkan, Marie Fredriksson pernah kehilangan kemampuan membaca dan menulis berbicara.

Marie sempat kembali memulai tur di tahun 2009. Namun pada 2016, dokter menyarankan dia untuk berhenti demi kesehatannya.

Pada tahun tersebut, kanker otak yang pernah menjangkiti Fredriksson dinyatakan kembali. Hal inilah yang akhirnya membuat vokalis tersebut menghentikan tur.

Baca juga: Marie Fredriksson Meninggal Dunia Setelah 17 Tahun Berjuang Lawan Kanker

Penyakit kanker otak memang mengganggu cara tubuh bekerja, dan bisa mengancam jiwa.

Kanker otak merupakan penyakit otak di mana sel-sel kanker (sel-sel ganas) muncul dalam jaringan otak (kanker otak).

Sel kanker tumbuh membentuk massa jaringan kanker (tumor) yang mengganggu fungsi otak seperti kontrol otot, sensasi, memori, dan fungsi tubuh normal lainnya.

Gejala kanker otak

Gejala kanker otak sebenarnya bisa bergantung pada ukuran dan lokasi kanker bersarang. Namun, gejala umum kanker otak bisa meliputi berikut ini:

  • sakit kepala yang biasanya lebih buruk di pagi hari
  • mual
  • muntah
  • kurangnya koordinasi
  • kurangnya keseimbangan
  • sulit berjalan
  • penyimpangan memori
  • kesulitan berpikir
  • masalah bicara
  • masalah penglihatan
  • perubahan kepribadian
  • gerakan mata abnormal
  • menyentak otot
  • otot berkedut
  • pingsan yang tidak dijelaskan, atau sinkop
  • kantuk
  • mati rasa atau kesemutan di lengan atau kaki
  • kejang

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya kita berkonsultasi dengan dokter untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: Perjalanan Agung Hercules, dari Masa Muda hingga Akhir Perjuangan Lawan Kanker Otak...

Penyebab kanker otak

Ada banyak hal yang memicu kanker otak. Namun, sebagian besar penyebabnya masih belum diketahui.

Tidak ada hal pasti yang membuat seseorang mengalami kanker otak. Namun, faktor-faktor seperti berikut bisa menjadi pemicunya:

1. Usia

Kanker otak bisa terjadi di usia berapapun. Namun, risiko kanker otak semakin meningkat seiring bertambahnya usia.

Risiko kanker otak biasanya meningkat saat seseorang berusia 65 tahun ke atas.

2. Sistem kekebalan tubuh tertentu

Beberapa orang dengan sistem kekebalan tubuh tertentu memiliki peningkatan risiko pengembangan limfoma otak.

3. Genetik

Sebagian kanker otak terkait dengan kondisi genetik atau keturunan. Orang yang memiliki salah satu dari sindrom langka, sindrom Li-Fraumeni, memiliki risiko lebih tinggi terkena tumor otak.

Sindrom Li-Fraumeni disebabkan oleh perubahan gen penekan tumor TP53. Biasanya, gen ini mencegah sel dengan DNA yang rusak tumbuh. Perubahan gen ini meningkatkan risiko mengembangkan tumor otak (terutama glioma), serta beberapa kanker lainnya.

4. Paparan kimiawi

Paparan bahan kimia industri tertentu atau pelarut telah dikaitkan dengan peningkatan risiko dalam mengembangkan kanker otak.

Meskipun tidak konklusif, bukti telah menemukan insiden yang lebih tinggi dari jenis tumor otak tertentu pada individu yang bekerja di penyulingan minyak, manufaktur karet dan manufaktur obat.

5. Pengobatan radiasi

Paparan terapi radiasi, terutama pada usia muda, dapat meningkatkan risiko kanker otak.

Baca juga: Sebelum Meninggal Dunia, Agung Hercules Operasi Kanker Otak Stadium 4

Pengobatan kanker

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk perawatan kanker otak. Terkadang, pasien bisa menerima satu atau lebih perawatan kanker otak, tergantung pada  jenis, ukuran, dan lokasi kanker di otak kita. Berikut teknik perawatan kanker otak:

- Operasi

Operasi adalah perawatan paling umum yang diberikan untuk kanker otak. Terkadang, hanya sebagian dari jaringan kanker yang bisa diangkat karena lokasinya.

Dalam beberapa kasus, jaringan kanker terletak di area otak yang sensitif atau tidak dapat diakses, dan operasi untuk mengangkatnya tidak dapat dilakukan. Jenis-jenis kanker ini biasanya tidak dapat disembuhkan dengan operasi.

- Kemoterapi dan terapi radiasi

Obat kemoterapi biasanya diberikan untuk menghancurkan sel kanker di otak dan mengecilkan tumor atau jaringan kanker yang bersarang di tubuh kita.

Obat kemoterapi dapat diberikan secara oral atau intravena.

Sementara itu, terapi radiasi dapat direkomendasikan untuk menghancurkan jaringan tumor atau sel kanker yang tidak dapat diangkat melalui pembedahan.

Hal ini dilakukan dengan gelombang energi tinggi, seperti sinar-X. Terkadang, kita mungkin perlu menjalani kemoterapi dan terapi radiasi secara bersamaan.

Kemoterapi juga dapat dilakukan setelah perawatan radiasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
Penyakit Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit
3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

Health
Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Health
6 Gejala Asam Urat di Lutut

6 Gejala Asam Urat di Lutut

Health
Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit
10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

Health
Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.