Kompas.com - 11/12/2019, 16:00 WIB

Ia menangani kasus pasien seorang perempuan yang mengalami sindrom patah hati setelah mengetahui putrinya kehilangan pekerjaan.

Ada juga kasus seorang perempuan terkena sindrom patah hati setelah ditinggal mati anjing kesayangannya. 

Semula ia dikira mengidap serangan jantung. Karena mengalami tanda klasik serangan jantung seperti sakit punggung yang parah, dadanya nyeri, dan sakit saat berbalik badan. 

Baca juga: Anjingnya Mati, Seorang Wanita Alami Sindrom Patah Hati dan Masuk UGD

Selain nyeri di bagian dada yang mirip gejala serangan jantung, pengidap sindrom patah hati juga jamak mengalami sesak napas, mual, muntah, dan jantung berdebar.

Kendati beberapa gejalanya gampang dikenali, perlu pengujian lebih lanjut dari ahlinya untuk menyimpulkan seseorang didiagnosis sindrom patah hati.

"Sekitar 95 persen pasien bisa pulih dalam satu atau dua bulan. Tingkat keberhasilan penyembuhan biasanya cukup tinggi. Kematian pada pasien yang tidak memiliki riwayat komplikasi jarang terjadi. Angkanya di bawah 3 persen," jelas Decker.

Baca juga: Patah Hati Bukan Sekadar Kiasan, Komplikasinya Mematikan

Antisipasi

Melihat faktor risiko orang dengan tingkat stres tinggi bisa terserang sindrom patah hati, satu-satunya langkah antisipasi adalah mengelola emosi.

Sekilas istilah mengelola emosi memang terdengar sederhana, namun tidak mudah bagi orang yang mengalami sindrom tersebut.

Seperti yang dialami Joanie Simpson saat putrinya meninggal dunia. Ia butuh waktu cukup lama agar bisa lepas dari sindrom patah hati. Ia berupaya keras berpikir santai. Setelah tiga tahun terapi medis, kini ia sudah baik-baik saja.

Ia juga mencoba rileks dengan memiliki binatang peliharaan, bersenang-senang dengan pasangan, dan sesekali bepergian dengan teman baiknya.

Sejumlah pasien juga diberi terapi medis dengan cara diberi obat untuk membantu memperbaiki dinding jantung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber WebMD
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.