Kompas.com - 13/12/2019, 19:00 WIB

3. Risiko diabetes meningkat

Studi menunjukkan orang yang biasanya tidur kurang dari lima jam semalam memiliki peningkatan risiko diabetes.

Ini terjadi karena kurang tidur dapat mengubah cara tubuh memproses glukosa yang digunakan tubuh untuk energi sehingga turut meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

4. Kesehatan mental terganggu

Kurang tidur dapat menyebabkan gangguan suasana jangka panjang seperti depresi dan kecemasan.

Penelitian juga membuktikan, penderita kecemasan dan depresi biasanya tidur kurang dari enam jam setiap malamnya.

Gejala serangan jantung saat tidur, seperti nyeri dada dan muncul keringat dingin penting dikenali untuk dapat dikonsultasikan segera dengan dokter.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Ada dua cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi sulit tidur, yaitu dengan mengonsumsi obat atau terapi perilaku kognitif.

Terapi perilaku kognitif

Terapi kognitif untuk meningkatkan kualitas tidur antara lain sebagai berikut:

- Teknik relaksasi

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.