Kompas.com - 15/12/2019, 18:33 WIB
. THINKSTOCK.

KOMPAS.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat angka kematian anak akibat diare menurun dalam dua dekade terakhir.

Namun, diare tercatat masih menjadi penyebab kematian anak nomor dua terbanyak di dunia setelah pneumonia.

WHO mendefinisikan diare adalah buang air besar dengan konsistensi encer atau cair lebih dari sama dengan 3 kali dalam sehari atau lebih dari frekuensi normal seseorang. 

Baca juga: Mitos atau Fakta: Antibiotik Digunakan saat Batuk, Diare dan Demam?

Anak-anak yang buang air besar (BAB) sebanyak 3-4 kali sehari tetap tidak cair bisa dikatakan tidak mengalami diare. Mereka baru dikatakan diare apabila konsistensinya lebih cair (air lebih banyak ketimbang ampas) dari biasanya.

Diare terjadi karena lapisan dalam usus “terluka” sehingga usus tidak dapat mencerna atau menyerap makanan dengan baik. Makanan yang tidak tercerna dan terserap ini akan menarik lebih banyak cairan ke dalam saluran usus sehingga konsistensi feses menjadi encer.

Pengobatan di rumah sering tidak tepat

Melansir dari Buku Berteman dengan Demam karya dr. Arifianto, Sp.A, & dr. Nurul I. Hariadi, FAAP (2017), dijelaskan bahwa kepanikan atau ketakutan (orangtua) sering kali berujung pada penanganan diare yang tidak tepat hingga berisiko membahayakan kesehatan anak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa tindakan orangtua yang dirasa kurang tepat dalam penanganan kasus diare, yakni memberikan obat “pemampat” diare maupun antibiotik tanpa indikasi tepat.

Obat pemampat diare justru dapat memperlambat gerak usus sehingga virus atau bakteri lebih lama berada dalam tubuh.

Baca juga: Diare Tidak Selalu karena Kuman, Ini Penyebab Paling Umum di Indonesia

Selain itu, obat juga bisa memperparah luka di lapisan dalam usus dan menyebabkan cairan dan garam tertahan di dalam saluran usus tanpa diserap kembali oleh tubuh sehingga anak tanpa disadari dapat mengalami dehindrasi.

Sementara konsumsi antibiotik tidak diperlukan karena sebagian besar diare pada anak disebabkan oleh virus. 

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Kurap
Kurap
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahaya Toxic Parent dan Cara Mengatasinya

Bahaya Toxic Parent dan Cara Mengatasinya

Health
Folikulitis

Folikulitis

Penyakit
Apa Penyebab Luka Susah Sembuh pada Penderita Diabetes?

Apa Penyebab Luka Susah Sembuh pada Penderita Diabetes?

Health
Kebutaan

Kebutaan

Penyakit
Kenali Penyebab Tekanan Darah Tinggi di Pagi Hari

Kenali Penyebab Tekanan Darah Tinggi di Pagi Hari

Health
10 Penyebab Keluar Darah Setelah Berhubungan Seks Tapi Tidak Haid

10 Penyebab Keluar Darah Setelah Berhubungan Seks Tapi Tidak Haid

Health
7 Penyebab Puting Berwarna Hitam, Bisa KB hingga Kanker

7 Penyebab Puting Berwarna Hitam, Bisa KB hingga Kanker

Health
Vulvodynia

Vulvodynia

Health
8 Penyebab Demam pada Bayi yang Perlu Diketahui

8 Penyebab Demam pada Bayi yang Perlu Diketahui

Health
Skizorenia Paranoid

Skizorenia Paranoid

Penyakit
13 Gejala Awal Lupus yang Harus Diperhatikan

13 Gejala Awal Lupus yang Harus Diperhatikan

Health
Asites

Asites

Penyakit
15 Gejala Serangan Panik yang Perlu Diketahui

15 Gejala Serangan Panik yang Perlu Diketahui

Health
Anemia

Anemia

Penyakit
Cara Mudah Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Cara Mudah Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.