Kompas.com - 20/12/2019, 06:56 WIB
Aktivis mahasiswa di era reformasi yang kini menjadi politisi PDI-P, Adian Yunus Yusak Napitupulu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/5/2016)  KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRAAktivis mahasiswa di era reformasi yang kini menjadi politisi PDI-P, Adian Yunus Yusak Napitupulu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/5/2016)

KOMPAS.com - Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Adian Napitulu dikabarkan kolaps karena gangguan jantung.

Hal itu terjadi saat ia melakukan penerbangan dari Jakarta menuju Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (19/12/2019).

Melansir Hello Sehat, naik pesawat memang memiliki risiko bagi kesehatan, salah satunya adalah penggumpalan darah.

Mereka yang memiliki penyakit jantung juga sangat berisiko mengalami pembekuan darah saat melakukan penerbangan.

Namun, bukan berarti penderita penyakit kardiovaskular tidak bisa naik pesawat.

Secara umum, perjalanan udara tidak menimbulkan risiko besar bagi kebanyakan orang dengan penyakit jantung.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Adian Napitupulu Sempat Kolaps, Bahayakah Penerbangan bagi Penderita Penyakit Jantung?
Naik pesawat memang memiliki risiko besar bagi kesehatan, salah satunya adalah penggumpalan darah.
Bagikan artikel ini melalui

Baca juga: Adian Napitupulu Kolaps, Bagaimana Gangguan Jantung Sebabkan Pingsan?

Kondisi darurat hanya sekitar 8 persen

Kondisi darurat medis di udara karena penyakit jantung hanya terjadi sekitar delapan persen saja.

Namun, beberapa orang dengan masalah jantung perlu menghindari naik pesawat terbang, setidaknya untuk sementara.

Lingkungan yang relatif biasanya memiliki tekanan oksigen yang rendah. Inilah yang membuat penderita penyakit jantung sebaiknya menghindari naik pesawat terbang.

Kabin pesawat biasanya memiliki tekanan udara yang setara dengan diberi tekanan yang setara dengan sekitar 8.000 kaki (2438 meter) di atas permukaan laut.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Health
Jari Tangan Bengkok

Jari Tangan Bengkok

Penyakit
Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Health
Pilek

Pilek

Penyakit
8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

Health
5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

Health
Pantat Bau

Pantat Bau

Penyakit
7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

Health
Bau Badan

Bau Badan

Penyakit
Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Health
Kaki Kaku

Kaki Kaku

Penyakit
6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

Health
Rhinofaringitis

Rhinofaringitis

Penyakit
Awas! Obesitas Mengintai Para Mantan Atlet

Awas! Obesitas Mengintai Para Mantan Atlet

Health
Bibir Bengkak

Bibir Bengkak

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.