Kompas.com - 03/01/2020, 16:33 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Banjir yang melanda sejumlah daerah di Jabodetabek bisa memberi efek negatif pada mental para korbannya.

Hal tersebut telah dibuktikan lewat riset yang diterbitkan dalam riset yang diterbitkan oleh Journal of Epidemiology and Community Health.

Riset tersebut dilakukan pada tahun 2011 hingga 2014 dengan menganalisis resep obat yang digunakan dalam penanganan gangguan mental umum saat peristiwa banjir besar di Inggris.

Dari hasil analisis, terungkap bahwa adanya peningkatan pemberian resep antidepresan usai bencana banjir.

Lantas, bagaimana pengaruh banjir pada gangguan mental?

Banjir memang dapat menimbulkan masalah kesehatan sosial dan mental yang substansial.

Hal ini terjadi karena berbagai macam bencana, termasuk banjir, bisa menimbulkan penderitaan bagi para korban.

Baca juga: Lakukan Ini untuk Mencegah Penyakit Pasca-banjir

Penderitaan tersebut tentunya menyebabkan munculnya tekanan, yang jika berlangsung lama tentu akan menganggu kesehatan mental penderitanya.

Listyo Yuwanto, psikolog kebencanaan, juga mengatakan peristiwa bencana bisa berpotensi berdampak pada kesehatan mental, baik dari bencananya langsung, saat di pengungsian, ataupun pasca bencana.

"Untuk kondisi disaster bisa berpotensi berdampak pada kesehatan mental bu
Baik dari bencananya langsung, saat di pengungsian, ataupun pasca bencananya," ucapnya, saat dihubungi Kompas.com Jumat (3/1/2019).

Faktor penyebab

Dampak bencana terhadap kesehatan mental bisa bervariasi tergantung pada berbagai faktor, diantaranya:

Dampaknya bervariasi, tergantung pada beberapa faktor:

  • Tingkat bencana yang dialami seperti kerusakan atau kehilangan materi dan anggota keluarga
  • Kapasitas individu dan lingkungan sosial. Apakah punya pengalaman menghadapi kondisi bencana, apakah punya daya tahan psikologis atau ada kerentanan psikologis, apakah ada dukungan sosial dari sesama anggota keluarga atau komunitas
  • Support dari luar seperti adanya pengungsian yang memadai, kebutuhan hidup selama di pengungsian, dan kenyamanan psikologis selama di pengungsian
  • Kemampuan individu untuk bangkit dari kondisi bencana

Pencegahan

Untuk meminimalisir risiko gangguan kesehatan mental pada korban bencana, Listyo menenkankan pentingnya psychological first aid atau pertolongan psikologis pertama pada mereka yang terdampak bencana.

"Psychological first aid itu sangat penting karena bencana seperti banjir ini juga tak hanya menyebabkan kerugian materi dapi juga non materi," ucapnya.

Berikut psychological first aid yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak bencana menurut Listyo:

1. Restore safety

Membawa ke tempat yang aman dan nyaman untuk mengungsi dan melakukan evakuasi yang aman.

Apabila ada luka segera diberikan penanganan, penuhi kebutuhan dasar seperti makanan, minuman, pakaian pengganti, tempat mandi cuci kakus (MCK).

2. Facilitate function

Buat pengungsi merasa nyaman selama di pengungsian dengan cara memberikan aktivitas yg menyenangkan.

Selain itu, jangan biarkan tanpa aktivitas sehingga mengalami kebosanan. Ciptskanlah aktivitas bersama sehingga terjadi interaksi positif antar sesama pengungsi untuk memperkuat dukungan sosial, kenali tanda-tanda tekanan psikologi.

Tekanan psikologis tersebut bisa berupa anak yang terus menangis, perubahan perilaku anak yang sebelumnya ceria menjadi pendiam, anak yang sebelumnya tidak mengompol kemudian mengompol.

3. Empower action

Ajarkan perilaku sehat selama di pengungsian, misalnya membersihkan tangan sebelum makan, tidur yang cukup, tidak banyak merokok dan kegiatan lain yang mengganggu diri sendiri ataupun orang lain.

Setelah itu, identifikasi kemampuan orang-orang yang mungkin kehilangan mata pencaharian sebagai alternatif pengganti mata pencaharian pasca bencana.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Enosimania
Enosimania
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyebab Hipertensi pada Lansia dan Cara Mencegahnya

Penyebab Hipertensi pada Lansia dan Cara Mencegahnya

Health
7 Herbal yang Berkhasiat untuk Menjaga Kesehatan Jantung

7 Herbal yang Berkhasiat untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Health
Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

Health
Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Health
4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Health
Mengapa Manusia Butuh Protein?

Mengapa Manusia Butuh Protein?

Health
Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Health
Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Health
Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Health
Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.