Kompas.com - 20/01/2020, 19:32 WIB

Menurut Chiang, dokter dan paramedis selama ini tidak punya waktu yang cukup untuk memerangi misinformasi kesehatan.

Hal itu, bisa ditanggulangi lewat TikTok maupun aplikasi media sosial lainnya.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Apakah Lemon Bisa Menurunkan Kolesterol?

Kritik TikTok di dunia medis

Kendati jamak digunakan untuk menyebarluaskan informasi kesehatan, penggunaan TikTok di kalangan medis baru saja disorot.

Hal itu bermula dari video viral milik perawat yang kini telah diturunkan karena dianggap menyebarkan informasi keliru.

Dalam video singkat tersebut, seorang perawat dengan serampangan mengajarkan pengikutnya cara untuk menghindari infeksi menular seksual.

Ada juga video lain yang memuat pengakuan perawat yang mengolok sampel medis milik pasien.

Beberapa pengguna media sosial menyebut video tersebut tidak etis.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Bangun Pagi Lebih Sehat Daripada Bangun Siang?

Kalangan medis khawatir informasi tidak akurat itu menyebar luas dan dapat menggerus kepercayaan pada profesi medis.

Association for Healthcare Social Media (AHSM) AS, Kamis (16/1/2020), mengkritik tindakan tersebut.

"Tindakan tersebut dapat memengaruhi kesehatan publik dan menimbulkan opini publik terkait profesi medis," tulis penyataan resmi AHSM, seperti dilansir BBC.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.