Kompas.com - 03/02/2020, 10:29 WIB
Ilustrasi bullying RTimagesIlustrasi bullying

KOMPAS.com - Aksi mendorong, merebut barang, mengolok atau mengejek orang lain bisa jadi terkesan biasa saja karena hal itu selama ini lazim terjadi. Tapi tanpa disadari, praktik bullying telah terjadi.

Bullying adalah sebuah situasi di mana terjadi penyalahgunaan kekuatan atau kekuasaan yang dilakukan oleh seseorang maupun sekelompok orang.

Dalam tindakan bullying, yang perlu dan sangat penting diperhatikan bukan sekadar jenis tindakan yang dilakukan, tapi dampak terhadap korban.

Baca juga: Normal atau Kelainan, Rasa Canggung yang Kerap Dialami Remaja?

Dalam Buku Bulliying: Mengatasi Kekerasan di Sekolah dan Lingkungan Sekitar Anak (2008) oleh Yayasan Semai Jiwa Amini (SEJIWA), mendefinisikaan bullying dengan contoh.

Jika ada seorang siswa mendorong baru temannya dengan kasar, kemudian yang didorong merasa terintimidasi apalagi tindakan tersebut dilakukan berulang-ulang, maka bullying telah terjadi.

Namun, apabila siswa yang didorong ini tak merasa takut atau terintimidasi, maka tindakantersebut belum dalam dikatakan bullying.

Jadi dalam hal ini, sang korban bullying tak mampu membela atau mempertahankan dirinya karena lemah secara fisik maupun mental.

Jenis-jenis bullying

Menurut Yayasan SEJIWA, secara umum praktik bullying dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori, yakni bullying fisik, bullying non-fisik, dan bullying mental atau psikologis.

1. Bullying fisik

Ini merupakan jenis bullying yang kasat mata. Siapa saja bisa melihat tindakan merugikan ini karena terjadi sentuhan fisik antara pelaku dengan korban bullying.

Contoh bullying fisik:

  • Menampar
  • Menimpuk
  • Menginjak kaki
  • Menjegal
  • Meludahi
  • Memalak
  • Melempar dengan barang
  • Menghukum dengan berlari keliling lapangan
  • Menghukum dengan cara push up
  • Menolak

2. Bullying verbal

Ini jenis bullying yang juga bisa terdeteksi karena bisa tertangkap indra pendengaran.

Baca juga: Awas! Kesepian Picu Kematian Dini, Begini Cara Mengatasinya

Contoh bullying verbal yang kerap tak disadari, di antaranya:

  • Memaki
  • Menghina
  • menjuluki
  • Meneriaki
  • Mempermalukan di depan umum
  • Menuduh
  • Menyoraki
  • Menebar gosip
  • Memfitnah
  • Menolak

Beberapa contoh kata-kata yang termasuk tindakan bullying verbal, yakni:

  1. "Goblog lo"
  2. "Jayus lo" (norak atau enggak asyik)
  3. "Gendut lo"
  4. "Cungkring lo" (kurus kering)
  5. "Sotoy lo" (sok tahu)
  6. "Cupu lo" (culun punya)
  7. "Liburan enggak ke mana-mana, ya? Kasihan deh lo"

3. Bullying mental

Ini jenis bullying yang paling berbahaya karena tidak tertangkap mata atau telinga kita jika kita tidak cukup awas mendeteksinya.

Contoh bullying mental:

  • Memandang sinis
  • Memandang penuh ancaman
  • Mempermalukan di depan umum
  • Mendiamkan
  • Mengucilkan
  • Mempermalukan
  • Meneror lewat pesan pendek telepon genggam atau email
  • Memandang yang merendahkan
  • Memelototi
  • Mencibir

Sementara itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), mengelompokan tindakan bullying menjadi enam kategori, yakni:

1. Kontak fisik langsung

Berikut contoh tindakanya:

  • Memukul
  • Mendorong
  • Menggigit
  • Menjambak
  • Menendang
  • Mengunci seseorang dalam ruangan
  • Mencubit
  • Mencakar
  • Memeras dan merusak barang yang dimiliki orang lain

2. Kontak verbal langsung

Berikut contoh tindakanya:

  • Mengancam
  • Mempermalukan
  • Merendahkan
  • Mengganggu
  • Memberi panggilan nama (name-calling)
  • Sarkasme
  • Merendahkan (put- downs)
  • Mencela atau mengejek
  • Mengintimidasi
  • Memaki
  • Menyebarkan
  • Gosip

3. Perilaku non-verbal langsung

Berikut contoh tindakanya:

  • Melihat dengan sinis
  • Menjulurkan lidah
  • Menampilkan ekspresi muka yang merendahkan
  • Mengejek atau mengancam yang biasanya disertai oleh bullying fisik atau verbal

4. Perilaku non-verbal tidak langsung

Berikut contoh tindakanya:

  • Mendiamkan seseorang
  • Memanipulasi persahabatan sehingga menjadi retak
  • Sengaja mengucilkan atau mengabaikan
  • Mengirimkan surat kaleng

5. Cyber bullying

Tindakan menyakiti orang lain dengan sarana media elektronik.

Baca juga: 6 Cara Jaga Kesehatan Mata Ketika Terlalu Lama Main Game di Gadget

Berikut contoh tindakanya

  • Rekaman video intimidasi
  • Pencemaran nama baik lewat media sosial

6. Pelecehan seksual

Kadang tindakan pelecehan dikategorikan perilaku agresi fisik atau
verbal.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X