Kompas.com - 07/02/2020, 10:07 WIB

Jika itu tidak berhasil, segera minta bantuan dokter. Dokter biasanya akan meresepkan sampo yang lebih kuat dan kortison topikal.

Baca juga: Sama-sama Sebabkan Gatal, Ini Beda Kutu dan Ketombe

3. Tinea kapitis

Tinea kapitis adalah infeksi jamur pada kulit kepala atau batang rambut. Kondisi ini umumnya ditandai dengan pitak atau kebotakan pada bagian-bagian rambut tertentu, kulit bersisik, dan kulit kepala yang gatal.

Kondisi ini disebabkan oleh infeksi jamur yang disebut juga dermatofit. Jenis jamur ini biasanya menginfeksi lapisan epidermis (lapisan paling luar) pada rambut dan kuku.

Tinea kapitis dapat diatasi dengan obat-obatan topikal (krim atau gel), semprot (spray), atau sampo khusus untuk menangani infeksi jamur yang Anda alami.

4. Kutu

Melansir Hello Sehat, kutu rambut bisa dengan mudah berpindah dari satu orang ke orang lainnya, tanpa mengenal usia atau jenis rambut.

Menurut Dr Piliang, kutu lebih suka rambut yang bersih. Jadi, memiliki kutu tidak berarti kita memiliki kebersihan rambut yag buruk.

Untuk mengatasinya, kita bisa mengobati kutudengan sampo yang mengandung insektisida piretrin atau permetrin.

“Setiap formula sampo kutu rambut memiliki cara perawatannya sendiri. Jadi, Anda harus mengikuti instruksi pada kemasannnya jika ingin merasakan manfaatnya," ucap Dr Pilliang.

5. Reaksi alergi

Pewarna rambut, eksim, dan dermatitis atopik adalah penyebab lain yang mendatangkan gatal di kulit kepala.

Reaksi alergi umumnya akan hilang dengan sendirinya jika kita dapat mengidentifikasi dan menghindari bahan kimia penyebab alergi. Untuk itu, kita perlu berkonsultasi dengan dokter untuk menemukan penyebab pasti.

Baca juga: 7 Cara Mudah Menghilangkan Ketombe Secara Alami

Biasanya, kulit kepala yang gatal tidak perlu dikhawatirkan. Namun, ada kalanya hal tersebut menandakan masalah serius. Oleh karena itu, kita harus segera menemui dokter ketika mengalami hal-hal berikut:

  • Sampo yang digunakan untuk mengatasi rasa gatal tidak bermanfaat
  • Rasa gatal membuat Anda terjaga di malam hari dan memengaruhi pekerjaan atau aktivitas Anda.
  • Anda melihat kutu atau telur kutu di rambut Anda.
  • Bintik-bintik gatal sangat sakit saat disentuh.

Dr. Piliang juga menyarankan agar kita menemui dokter ketika gatal di kulit kepala terjadi secara persisten. Hal tersebut bertujuan agar kita segera mendapatkan perawatan terbaik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.