5 Penyakit Tidak Menular yang Paling Banyak Diderita Orang Indonesia

Kompas.com - 13/02/2020, 10:30 WIB
Ilustrasi hipertensi. thinkstockphotosIlustrasi hipertensi.

2. Diabetes melitus

Prevalensi diabetes melitus berdasarkan pemeriksaan darah pada penduduk umur ≥ 15 naik dari 6,9 persen pada 2013 menjadi 8,5 persen pada tahun 2018.

Ada 4 pilihan kriteria diagnosis diabetes melitus berdasarkan konsensus Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) 2015. Berikut penjelasannya:

  • Pemeriksaan glukosa plasma puasa ≥126 mg/dl. Puasa adalah kondisi tidak ada asupan kalori minimal 8 jam.
  • Pemeriksaan glukosa plasma ≥ 200 mg/dl 2 jam setelah Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) dengan beban glukosa 75 gram.
  • Pemeriksaan glukosa plasma sewaktu ≥200 mg/dl dengan keluhan klasik (poliuria, polidipsia, polifagia dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya).
  • Pemeriksaan HbA1c ≥6,5% dengan menggunakan metode yang terstandarisasi oleh National Glycohaemoglobin Standarization Program (NGSP).

Sedangkan kriteria diagnosis diabetes melitus menurut pedoman American Diabetes Association (ADA) 2011 dan konsensus Perkeni 2011, yakni:

  • Glukosa plasma puasa ≥126 mg/dl dengan gejala klasik penyerta;
  • Glukosa 2 jam pasca pembebanan ≥200 mg/dl.
  • Glukosa plasma sewaktu ≥200 mg/dl bila terdapat keluhan klasik DM penyerta, seperti banyak kencing (poliuria), banyak minum (polidipsia), banyak makan (polifagia), dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya.

3. Stroke

Prevalensi stroke berdasarkan diagnosis pada penduduk umur ≥ 15 tahun naik dari 7 persen pada 2013 menjadi 10,9 persen pada 2028.

Baca juga: Anda Doyan Tidur? Awas Risiko Stroke Mengintai

 

Perlu diketahui jika terdapat perbedaan cara pengumpulan data antara Riskesdas 2013 dengan Riskesdas 2018. Di mana, Riskesdas 2013 menggunakan wawancara berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan, sedangkan Riskesdas 2018 melakukan wawancara berdasarkan diagnosis dokter.

4. Penyakit sendi

Prevalensi penyakit sendi berdasarkan diagnosis pada penduduk umur ≥ 15 tahun dari 2013 ke 2018 sebenarnya mengalami penurunan. Namun, prevalensi penyakit sendi pada 2018 masih menunjukkan angka yang lumayan, yakni 7,3 persen. Sedangkan prevalensi pada 2013 mencapai 11,9 persen.

5. Gagal ginjal kronis

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut

Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X