Benarkah Rasa Lapar Timbul Karena Perut Kosong?

Kompas.com - 13/02/2020, 12:01 WIB
Ilustrasi lapar. SHUTTERSTOCKIlustrasi lapar.

KOMPAS.com - Rasa lapar atau kenyang lumrah dialami oleh siapa saja saat menjalankan aktivitas sehari-hari.

Banyak orang berpendapat perut kosong adalah penyebab utama rasa lapar bisa muncul.

Sementara, ketika sudah merasa cukup makan atau minum, orang-orang pun lantas menyerukan kata kenyang.

 

Apakah pandangan tersebut tepat?

Baca juga: 8 Jenis Buah yang Baik Dikonsumsi untuk Program Diet

Melansir Buku Solusi tanpa Stres untuk Anak Gemuk (2013) karya dr. Grace Judio, sebetulnya manusia memang diciptakan untuk mengenal rasa lapar bila kadar gula darah mulai menurun dan tubuh kekurangan energi serta nutrisi.

Secara naluri, manusia akan mencari makanan untuk mencukupi kebutuhannya tersebut.

Saat jumlah dan jenis makanan atau minuman yang diperlukan mencapai tahap yang cukup, tubuh akan memberikan sinyal kenyang sehingga manusia cenderung akan berhenti makan.

Respons lapar dan kenyang

Bukan hanya orang dewasa, bayi atau anak kecil juga melakukan respons yang sama atas perasaan lapar dan kenyang.

Mereka biasanya akan mendengarkan bahasa tubuhnya, sehingga akan menangis saat lapar dan berhenti makan saat kenyang.

Apabila proses tersebut diintervensi oleh orangtua dan lingkungan, anak bisa jadi akan kesulitan membaca tanda tubuhnya untuk membedakan rasa lapar dan kenyang.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X