Kompas.com - 05/03/2020, 16:04 WIB
Ilustrasi pusing karena panas Shutterstock.comIlustrasi pusing karena panas

KOMPAS.com - Darah rendah atau hipotensi adalah kondisi di mana nilai tekanan darah Anda berada di bawah 90/60 mm/Hg.

Dibandingkan dengan dengan darah tinggi atau hipertensi, kondisi darah rendah terbilang tidak membahayakan jika tidak terjadi secara mendadak.

Terlebih lagi jika tidak ada keluhan yang Anda rasakan.

Baca juga: Tekanan Darah Rendah, Atasi dengan Jenis Makanan Ini

Namun, darah rendah bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan pada organ dalam Anda. Segera konsultasi ke dokter jika Anda mengalami ciri-ciri darah rendah berikut ini.

Ciri- ciri darah rendah

  • Mual
  • Terus-menerus haus
  • Dehidrasi
  • Menurunnya konsentrasi
  • Depresi
  • Penglihatan mengabur
  • Kelelahan
  • Kulit pucat dan terasa dingin
  • Pernapasan yang cepat dan rendah
  • Pusing
  • Pingsan

Darah rendah jarang menimbulkan gejala dan bukanlah kondisi yang perlu dikhawatirkan.

Namun, bila Anda mengalami ciri darah rendah di atas, segera temui dokter karena ini bisa menjadi petunjuk dari masalah kesehatan yang Anda alami.

Penyebab darah rendah

Ketika tekanan darah turun secara mendadak, otak tidak akan mendapatkan asupan darah yang cukup dan menimbulkan beberapa masalah kesehatan, seperti pusing.

Umumnya, darah rendah terjadi saat Anda tiba-tiba berdiri dari posisi berbaring.

Anda juga dapat mengalami darah rendah ketika berdiri dalam jangka waktu yang lama atau ketika tubuh tidak mampu menanggapi perubahan pada pengumpulan darah yang terjadi secara mendadak atau berkepanjangan.

Di bawah ini adalah beberapa penyebab dari munculnya gejala darah rendah:

  • Penurunan volume darah dalam tubuh, contohnya karena pendarahan.
  • Masalah pada jantung atau pembuluh darah.
  • Berdiri terlalu lama.
  • Tidur atau berbaring jangka waktu yang panjang, seperti karena bedrest, dan sebagainya.
  • Infeksi parah akibat sepsis.
  • Dampak dari diabetes.
  • Kekurangan vitamin B-12.
  • Efek dari alkohol.
  • Mengalami suatu emosi yang intens.
  • Suhu tubuh yang terlalu tinggi atau rendah.
  • Mengonsumsi terlalu banyak makanan.
  • Dalam masa kehamilan, umumnya pada 24 minggu pertama dari kehamilan.
  • Masalah pada hormon endokrin, misalnya hipotiroid.
  • Reaksi alergi (anaphylaxis).
  • Dehidrasi parah.
  • Konsumsi obat tekanan darah tinggi secara berlebih.
  • Obat-obatan tertentu, berupa diuretik, dan lainnya.

Baca juga: Tekanan Darah Rendah, dari Penyebab sampai Cara Mengobatinya

Cara mengatasi darah rendah

Seiring bertambahnya usia, risiko mengalami darah rendah juga turut meningkat.

Hal ini karena peredaran darah ke otak dan otot jantung berkurang. Bila Anda mengalami ciri-ciri darah rendah, Anda bisa mencoba beberapa tips di bawah ini:

  • Jangan berdiri secara mendadak dari tempat tidur, duduklah terlebih dahulu sebelum berdiri.
  • Jangan menunduk atau mengganti postur tubuh secara mendadak.
  • Berdiri secara perlahan seusai duduk.
  • Jangan berdiri atau duduk dalam jangka waktu yang lama.
  • Tingkatkan konsumsi air.
  • Konsumsi makanan dalam porsi kecil tetapi dalam frekuensi yang banyak.
  • Berbaring atau duduk seusai makan.
  • Konsumsi alkohol secukupnya.
  • Hindari mengonsumsi kafein di malam hari.
  • Berbaring dan naikkan kepala sekitar 15 centimeter dari tempat tidur, Anda bisa menggunakan bantal ataupun benda lain untuk mengganjal kepala Anda.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Sindrom ACA
Sindrom ACA
PENYAKIT
Myelofibrosis
Myelofibrosis
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Penyakit
Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Health
Limfangitis

Limfangitis

Penyakit
Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
Penyakit Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit
3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

Health
Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Health
6 Gejala Asam Urat di Lutut

6 Gejala Asam Urat di Lutut

Health
Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit
10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

Health
Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.