Kompas.com - 05/03/2020, 12:00 WIB

KOMPAS.com - Di tengah merebaknya wabah virus seperti saat ini, menjaga daya tahan tubuh adalah hal yang penting demi meminimalisir risiko infeksi.

Mengonsumsi suplemen dipercaya banyak orang dapat meningkatkan daya tahan tubuh secara efektif.

Padahal, suplemen bukanlah cara terbaik untuk menjaga sistem imunitas. Belum ada riset ilmiah yang membuktikan bahwa suplemen bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

Menurut profesor imunologi di Harvard Medical School, Michael Starnbach, produk-produk suplemen yang biasa dijual di toko tidak benar-benar mampu untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Baca juga: 13 Makanan yang Bisa Jadi Booster ASI Bagi Ibu Menyusui

"Tidak ada bukti bahwa produk tersebut membantu memerangi penyakit," ucap Starnbach, dilansir dari laman Harvard Medical School.

Menurutnya, kita tidak perlu meningkatkan sistem imunitas tubuh karena hal itu justru akan mendatangkan berbagai penyakit.

Hal senada juga diungkapkan oleh Charles Bangham, rofesor imunologi dan penyakit menular di Imperial College London. Menurutnya, selama ini orang-orang salah kaprah mengenai cara kerja sistem imunitas.

"Orang-orang berpikir bahwa sistem kekebalan adalah semacam medan kekuatan internal yang dapat ditingkatkan atau diperbaiki," ucap Bangham, dilansir dari Bussiness Insider.

Padahal, peningkatan sistem kekebalan tubuh yang berlebihan bisa memicu masalah autoimunitas dan berbagai masalah kesehatan lainnya.

"Mengonsumsi suplemen untuk merangsang sistem imun justru akan membuat kesehatan menurun. Kita rentan mengalami berbagai masalah kesehatan seperti demam, pilek, dan lesu," tambah Bangham.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Health
Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Health
Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Health
Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Health
Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Health
9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

Health
10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

Health
Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.