Kompas.com - 08/03/2020, 06:00 WIB
Bersihkan telinga menggunakan cotton bud. ThinkstockBersihkan telinga menggunakan cotton bud.

KOMPAS.com - Banyak orang menggunakan cotton buds untuk membersihkan kotoran telinga. Sayangnya, cara yang umum dilakukan itu ternyata tidak disarankan oleh para ahli.

Melansir laman Healthy Hearing, menggunakan cotton buds untuk membersihkan telinga bisa menyebabkan gangguan pendengaran atau saluran telinga atau gendang telinga yang rusak.

Sebenarnya, zat yang selama ini kita sebut kotoran telinga adalah serumen yang diproduksi oleh sel-sel khusus dalam telinga.

Seiring waktu, serumen bisa menumpuk dan menyebabkan sensasi tidak nyaman, penurunan gangguan pendengaran bahkan rasa sakit.

Baca juga: Amankah Membersihkan Telinga dengan Ear Candle?

Untuk mengatasi hal tersebut, banyak orang mengambil jalan pintas dengan menggunakan cotton buds untuk membuang serumen yang menumpuk. Padahal, hal ini bisa menimbulkan berbagai risiko.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Memakai alat-alat yang dimasukkan ke liang telinga bisa mendorong serumen masuk ke telinga bagian dalam. Akibatnya, bisa terjadi penumpukan dan penyumbatan serumen.

Selain mendorong serumen ke bagian dalam telinga, menggunakan cotton buds untuk membersihkan telinga juga berisiko melukai bagian dalam telinga.

Kondisi ini bisa saja berujung pada infeksi, pecahnya gendang telinga, dan hilangnya kemampuan mendengar secara signifikan.

Cara tepat membersihkan telinga

Kenyataanya, kita tidak perlu membersihkan telinga secara rutin. kotoran telinga ini akan keluar dengan sendirinya di daun telinga bersama debu berkat dorongan mekanisme otot pipi saat kita mengunyah makanan.

Selain itu, air yang memasuki telinga saat keramas atau mandi juga membantu mebersihkan bagian telinga kita.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Penyebab Batuk Setelah Makan yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Batuk Setelah Makan yang Perlu Diwaspadai

Health
Regurgitasi Trikuspid

Regurgitasi Trikuspid

Penyakit
Bagaimana Asam Lambung Bisa Merusak Kerongkongan dan Tenggorokan?

Bagaimana Asam Lambung Bisa Merusak Kerongkongan dan Tenggorokan?

Health
Anemia Aplastik

Anemia Aplastik

Penyakit
Gejala Batu Ginjal Pada Anak, Orangtua Wajib Tahu

Gejala Batu Ginjal Pada Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
Scleroderma

Scleroderma

Penyakit
Warna Tinja Tunjukkan Kondisi Kesehatan, Kenali Artinya

Warna Tinja Tunjukkan Kondisi Kesehatan, Kenali Artinya

Health
Spondylolisthesis

Spondylolisthesis

Penyakit
5 Beda LPR dan GERD yang Penting Diketahui

5 Beda LPR dan GERD yang Penting Diketahui

Health
Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Health
7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Parafimosis

Parafimosis

Penyakit
11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

Health
Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.