Kompas.com - 07/03/2020, 09:00 WIB
Ilustrasi anak perempuan menangis. SHUTTERSTOCKIlustrasi anak perempuan menangis.

KOMPAS.com - Memiliki anak yang patuh dan disiplin menjadi dambaan banyak orangtua. Tak jarang, orangtua membentak sang anak untuk menciptakan ketakutan sehingga si kecil menuruti semua perintahnya.

Padahal, membentak sang anak justru dapat berakibat buruk pada pertumbuhan mereka. Pengaruh pola asuh orangtua sangat besar pada pertumbuhan si kecil.

Jika sang anak seringkali mendapatkan bentakan, mereka akan menganggapnya sebagai hal yang normal dan membuat sang anak akan melakukan hal yang sama.

Baca juga: 3 Cara Agar Tak Menjadi Toxic Parents, Kaum Milenial Wajib Tahu

Efek bentakan pada anak

Ahli parenting Laura Markham mengatakan, pekerjaan utama orangtua setelah memastikan keselamatan anak adalah mengelola emosi diri.

Suara keras saat membentak sang anak justru membuat pesan yang ingin disampaikan orangtua tidak bisa diterima dengan jelas oleh anak.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Dampak Negatif Sering Membentak Anak, Orangtua Wajib Tahu
Membentak anak justru akan berefek negatif pada tumbuh kembang mereka. Apa saja efek tersebut?
Bagikan artikel ini melalui

Sebaliknya, orangtua harus berbicara dengan anda lembut dan halus jika ingin anak-anak mengerti apa yang ingin disampaikannya.

"Riset juga menunjukan anak yang sering mendapat bentakan cenderung lebih agresif, baik secara fisik dan verbal," ucap Markham, dilansir dari Healthline.

Apa pun konteksnya, berteriakseringkali didefinisikan sebagai ekspresi kemarahan. Hal itu justru membuat anak-anak ketakutan dan merasa tidak aman.

Sebaliknya, ketenangan justru membuat abak merasa dicintai dan diterima. Membentak anak, terutama bentakan yang disertai penolakan dan penghinaan verbal, bisa dianggap sebagai pelecehan emosional.

Hal itu terbukti berdampak panjang pada psikologis anak untuk jangka panjang. Anak akan mudah mengalami kecemasan, memiliki rasa percaya diri yang rendah, dan menjadi pribadi yang agresif secara fisik dan mental.

Halaman:

Sumber Healthline,
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Infeksi Menular Seksual Bisa Disembuhkan?

Apakah Infeksi Menular Seksual Bisa Disembuhkan?

Health
Payudara Bengkak

Payudara Bengkak

Penyakit
7 Manfaat Nangka untuk Kesehatan

7 Manfaat Nangka untuk Kesehatan

Health
Punggung Panas

Punggung Panas

Penyakit
Tips Jalani Kehamilan Sehat untuk Penderita PCOS

Tips Jalani Kehamilan Sehat untuk Penderita PCOS

Health
Gangguan Penyimpanan Lisosom

Gangguan Penyimpanan Lisosom

Penyakit
3 Pengaruh PCOS dalam Kehidupan Wanita

3 Pengaruh PCOS dalam Kehidupan Wanita

Health
Pusar Bau

Pusar Bau

Penyakit
4 Perbedaan Vitamin D2 dan Vitamin D3 yang Penting Diketahui

4 Perbedaan Vitamin D2 dan Vitamin D3 yang Penting Diketahui

Health
Kuku Kaki Bergelombang

Kuku Kaki Bergelombang

Penyakit
9 Makanan yang Mengandung Karbohidrat Tinggi untuk Dihindari Saat Diet

9 Makanan yang Mengandung Karbohidrat Tinggi untuk Dihindari Saat Diet

Health
Mengenal Apa Itu PCOS dan Gejalanya, Wanita Wajib Tahu

Mengenal Apa Itu PCOS dan Gejalanya, Wanita Wajib Tahu

Health
9 Jenis Asam Amino Esensial dan Fungsinya untuk Tubuh

9 Jenis Asam Amino Esensial dan Fungsinya untuk Tubuh

Health
Infeksi Virus

Infeksi Virus

Penyakit
8 Sayuran yang Mengandung Protein Tinggi

8 Sayuran yang Mengandung Protein Tinggi

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.