Kompas.com - 02/04/2020, 10:00 WIB
. VIA THINKSTOCK.

KOMPAS.com - Tidak semua pasien dengan gejala Covid 19 dapat dirawat di rumah sakit karena terbatasnya tenaga medis dan fasilitas kesehatan.

Oleh karena itu, pasien yang menunjukan gejala infeksi ringan, seperti demam dan batuk, disarankan untuk melakukan isolasi mandiri.

Jika dalam waktu seminggu tidak menunjukan tanda-tanda sembuh atau gejalanya semakin memburuk, maka pasien dapat mencari bantuan medis.

Hingga saat ini belum ada pengobatan khusus untuk pasien Covid-19. Pengobatan yang diberikan pun hanya sekadar untuk meringankan gejala, bukan untuk menyembuhkannya.

Jadi, apa yang harus kita lakukan ketika memiliki gejala Covid-19 dan harus melakukan isolasi mandiri?

Baca juga: Seberapa Efektif Masker Kain untuh Cegah Virus?

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Ibuprofen dan Parasetamol, Mana yang Efektif untuk Pasien Covid-19?
Ibuprofen atau parasetamol yang diberikan pun hanya sekadar untuk meringankan gejala, bukan untuk menyembuhkannya.
Bagikan artikel ini melalui

Melansir Independent, layanan nasional kesehatan Inggris (NHS) pasien yang melakukan isolasi mandiri tidak diperbolehkan mengonsumsi antibiotik karena obat tersebut tidak digunakan untuk melawan viru.

Pasien dengan gejala Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri harus mengonsumsi banyak air, mencuci tangan secara teratur, dan mengonsumsi obat penghilang rasa sakit setiap hari untuk mengobati gejala.

Farmakolog klinis Inggris, Patrick Vallance, juga menyarankan agar pasien dengan gejala Covid-19 menghindari konsumsi obat antiinflamasi seperti ibuprofen. Sebagai gantinya, pasien bisa mengonsumsi parasetamol.

Baca juga: Ini Durasi dan Waktu Terbaik untuk Berjemur Saran Dokter Spesialis Kulit

Parasetamol dan Ibuprofen untuk pasien Covid-19

Di sisi lain, Public Health England mengatakan belum ada bukti ilmiah jika ibuprofen dapat meningkatkan gejala pada pasien Covid-19.

Selain itu, belum ada bukti konklusif bahwa menfonsumsi ibuprofen berbahaua bagi saluran pernapasan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Payudara Mengerut Seperti Kulit Jeruk

Payudara Mengerut Seperti Kulit Jeruk

Penyakit
4 Penyebab Inflammatory Bowel Disease (IBD) yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Inflammatory Bowel Disease (IBD) yang Perlu Diwaspadai

Health
Panas Dingin

Panas Dingin

Penyakit
Berapa Batas Konsumsi Gula Per Hari untuk Penderita Diabetes?

Berapa Batas Konsumsi Gula Per Hari untuk Penderita Diabetes?

Health
Penurunan Kesadaran

Penurunan Kesadaran

Penyakit
Memahami Penyebab Tekanan Darah Rendah

Memahami Penyebab Tekanan Darah Rendah

Health
Kulit Kepala Perih

Kulit Kepala Perih

Penyakit
Detak Jantung Melambat, Bahayakah?

Detak Jantung Melambat, Bahayakah?

Health
Flu Hong Kong

Flu Hong Kong

Penyakit
Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Health
Lidah Berdarah

Lidah Berdarah

Penyakit
Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Health
Jari Tangan Bengkok

Jari Tangan Bengkok

Penyakit
Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Health
Pilek

Pilek

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.