Kompas.com - 11/05/2020, 12:02 WIB
ilustrasi anak sakit Shutterstockilustrasi anak sakit

KOMPAS.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan meski tidak terlalu terdampak Covid-19 dan gejala sakit yang dialami pada umumnya tergolong ringan, anak-anak tetap perlu mendapatkan proteksi agar terhindar dari penyakit akibat virus corona ini.

Membantu anak-anak menjaga daya tahan tubuh atau imunitas adalah salah satu cara yang bisa dilakukan oleh para orangtua atau keluarga agar mereka terlindung dari ancaman Covid-19.
Sistem imun secara sederhana dapat dipahami sebagai sistem kerja tubuh untuk melawan penyakit.

Baca juga: Bagaimana Olahraga yang Tepat untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh?

Sistem ini akan melindungi tubuh dari serangan organisme atau kuman yang dapat menyebabkan penyakit.

Secara normal, sistem imun pada dasarnya dapat bekerja sangat efisien dalam menghadapi “musuh”.

Namun, saat imunitas ini dalam kondisi lemah, tubuh pun akan mudah terserang penyakit.

Cara meningkatkan daya tahan tubuh anak

Agar tumbuh tetap kebal terhadap infeksi penyakit, sistem imun harus terus dijaga dan ditingkatkan.

Buruknya imunitas apalagi belakangan dikaitkan erat dengan risiko infeksi Covid-19, termasuk pada anak-anak.

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orangtua atau kerabat untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak, dilansir dari berbagai sumber:

1. Jangan biarkan anak murung

WHO dalam laman resminya, mendorong para pengasuh anak untuk dapat membantu anak-anak menemukan cara positif untuk mengekspresikan perasaan yang mengganggu, seperti ketakutan dan kesedihan.

Setiap anak memiliki caranya sendiri untuk mengekspresikan emosi.

Baca juga: 10 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Jangan biarkan anak-anak larut dalam keresahan karena harus menerapkan pola hidup baru dengan banyak di rumah saat terjadi pandemi Covid-19.

Bicara baik-baik dengan mereka dengan kata-kata yang mudah dimengerti. Ajari mereka juga untuk senantiasa menerapkan pola hidup sehat dengan cara-cara yang menyenangkan.

Jangan sampai anak dibiarkan menyendiri. Kurangnya bersosialisasi bahkan akan mengubah sistem imunitas tubuh pada tingkat seluler. Artinya, kesehatan fisik dan mental rentan akan mengalami penurunan dan tergganggu.

Maka dari itu, penting untuk para orangtua untuk membantu membuat pikiran anak tetap rileks.

2. Ajak anak tetap aktif atau berolahraga

IlustrasiPexels Ilustrasi

Jika anak-anak di rumah saja karena wabah Covid-19, sangatlah penting untuk sebisa mungkin mereka tetap aktif setiap hari.

Baca juga: Cara Jaga Daya Tahan Tubuh saat Puasa di Tengah Pandemi Corona

WHO merekomendasikan untuk melakukan aktivitas fisik selama 1 jam per hari bagi anak-anak.

3. Pastikan anak makan makanan kaya vitamin dan mineral

Melansir buku 50 Resep Makanan Untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh (2010), karya Lenny Jusup, kekuatan imunitas secara menyeluruh tergantung pada pasokan vitamin dan mineral yang optimal.

Berikut ini beberapa pasikan vitamin dan mineral yang utama:

  • Vitamin A sebagai pendongkrak pertahanan tubuh dengan cepat
  • Vitamin B kompleks di mana vitamin B6 yang berfungsi sebagai T Cell sangat memengaruhi produksi antibodi penting untuk mengatasi setiap infeksi
  • Vitamin C sebagai nutrisi utama peningkat imunitas atau masker immune-boasting nutrient yang membantu sel-sel imunitas menjadi dewasa, meningkatkan performa antibodi, dan antibakteri
  • Vitamin E untuk menjaga sel-sel kulit

Selain itu, sejumlah mineral juga dikaitkan dengan antioksidan dan telah terbukti dapat memengaruhi daya tahan tubuh secara positif, di antaranya:

  • Zat besi
  • Mangan
  • Tembaga
  • Selenium
  • Seng menjadi mineral terpenting selain selenium

4. Pastikan anak cukup tidur

Kurang tidur atau terlalu letih dapat menurunkan imunitas dan meningkatkan risiko seseoran, termasuk anak-anak untuk terkena penyakit.

Anak-anak yang kurang tidur biasanya akan mudah terserang influenza atau infeksi lainnya.

Oleh sebab itu, anak-anak pun dinjurkan untuk mengambil waktu istirahat sesuai porsinya jika ingin tetap sehat.

Baca juga: Manfaat Tidur Siang untuk Kesehatan Jantung

Tak hanya kurang tidur, terlalu banyak tidur disinyalir dapat juga menimbulkan dampak kurang baik bagi tubuh.

Melansir Kompas.com (3/2/2020), berikut ini kebutuhan tidur sesuai usia rekomendasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk anak-anak:

  • Bayi usia 0-1 bulan

Bayi yang usianya baru mencapai dua bulan, umumnya membutuhkan tidur 14-18 jam setiap hari.

  • Bayi usia 1-18 bulan

Pada usia ini, bayi membutuhkan waktu tidur 12-14 jam setiap hari, termasuk tidur siang. Tidur cukup akan membuat tubuh dan otak bayi berkembang baik dan normal.

  • Usia 3-6 tahun

Kebutuhan tidur yang sehat di usia anak menjelang masuk sekolah ini, mereka membutuhkan waktu untuk istirahat tidur 11-13 jam, termasuk tidur siang.

Menurut penelitian, anak usia di bawah enam tahun yang kurang tidur, akan cenderung obesitas di kemudian hari.

  • Usia 6-12 tahun

Anak usia ini membutuhkan waktu tidur 10 jam.

Menurut penelitian, anak yang tidak memiliki waktu istirahat yang cukup, dapat menyebabkan mereka menjadi hiperaktif, tidak konsentrasi belajar, dan memilki masalah pada perilaku di sekolah.

  • Usia 12-18 tahun

Menjelang remaja, kebutuhan tidur yang sehat adalah 8-9 jam. Studi menunjukkan bahwa remaja yang kurang tidur, lebih rentan terkena depresi, tidak fokus dan punya nilai sekolah yang buruk

Baca juga: Ini Durasi Tidur Ideal Berdasarkan Usia

5. Menjaga kebersihan makanan

Kebersihan makanan anak perlu diperhatikan, mulai dari proses pembersihan, pembuatan, termasuk juga perlengkapan makan dan air minum untuk menunjang daya tahan tubuh dan kesehatan.

6. Menjaga asupan nutrisi anak dengan baik

Daya tahan tubuh dapat ditingkatkan dengan sangat efektif melalui kombinasi nutrisi, yaitu nutrisi makro, serat dan nutrisi mikro.

Nutrisi makro, di antaranya yakni karbohidrat, protein dan lemak. Sedangkan nutrisi mikro adalah vitamin dan mineral.

Sel-sel dalam tubuh membutuhkan nutrisi agar dapat berfungsi dengan baik. Kurangnya nutrisi dapat menurunkan fungsi sel sehingga bisa menurunkan sistem imunitas tubuh.

Jadi, sebaiknya dorong anak juga untuk makan makanan alaminah, seperti omega 3 dan omega 6 yang dapat ditemukan dalam minyak ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Selain itu, perbanyak juga konsumsi protein yang dapat ditemukan dalam daging sedikit lemak, telur, dan ikan.

7. Ajak anak berjemur dengan tepat

Ilustrasi anak dan cinta lingkunganDOK. PIXABAY Ilustrasi anak dan cinta lingkungan

Melansir Kompas.com (5/5/2020), Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) telah melakukan kajian ilmiah tentang paparan sinar ultraviolet (UV) yang dalam beberapa minggu belakangan menjadi polemik di masyarakat.

Perdoski menyarankan, berjemurlah hanya pada sekitar pukul 09.00 pagi. Sebaiknya, berjemur 5 menit dahulu, kemudian naikkan secara bertahap maksimum 15 menit.

Berjemur pada pukul 10.00-14.00 berisiko membuat kulit terbakar surya serta penurunan imunitas.

Baca juga: Sudahi Perdebatan, Ini Waktu Berjemur yang Tepat Hasil Kajian Perdoski

Rata-rata kota di Indonesia mempunyai puncak indeks UV pada rentang waktu tersebut. Jadi tidak disarankan untuk berjemur pada lebih dari pukul 10.00 pagi.

Intensitas berjemur ini juga cukup hanya dilakukan 2-3 kali seminggu.

 


Sumber WHO
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X