Mengenal Badai Sitokin yang Bisa Sebabkan Kematian pada Pasien Covid-19

Kompas.com - 16/05/2020, 18:03 WIB
Ilustrasi virus corona, penularan virus corona di transportasi umum ShutterstockIlustrasi virus corona, penularan virus corona di transportasi umum

KOMPAS.com – Virus corona baru yang memiliki nama resmi SARS-CoV-2 dianggap dapat menyebabkan badai sitokin pada paru-paru pasien yang terinfeksi virus tersebut.

Kondisi itulah yang disebut-sebut dapat menyebabkan kematian pada pasien Covid-19.

Penanggungjawab Logistik dan Perbekalan Farmasi RSUP Dr. Kariadi Semarang, Mahirsyah Wellyan TWH., S.Si., Apt., Msc., menjelaskan badai sitokin atau cytokine strom merupakan reaksi berlebih sistem kekebalan tubuh.

Ketika SARS-CoV-2 memasuki tubuh, sel-sel darah putih akan merespons dengan memproduksi sitokin.

Baca juga: WHO Ingatkan Anak Muda Juga Berisiko Terkena Covid-19 yang Parah

Untuk dipahami, sitokin adalah protein yang dihasilkan sistem kekebalan tubuh untuk melakukan berbagai fungsi penting dalam penanda sinyal sel.

Sitokin tersebut lalu bergerak menuju jaringan yang terinfeksi dan berikatan dengan reseptor sel tersebut untuk memicu reaks peradangan.

“Pada kasus Covid-19, sitokin bergerak menuju jaringan paru-paru untuk melindunginya dari serangan SARS-CoV-2,” jelas Mahirsyah saat menjadi pemateri dalam Webinar tentang Upaya Pengobatan Covid-19 di Indonesia yang diadakan Politeknik Indonusa Surakarta bekerja sama dengan PC PAFI Surakarta, Sabtu (16/5/2020).

Paru-paru mengalami peradangan

Dia menjelaskan, sitokin normalnya hanya berfungsi sebentar dan akan berhenti saat respons kekebalan tubuh tiba di daerah infeksi.

Pada kondisi badai sitokin, sitokin terus mengirimkan sinyal sehingga sel-sel kekebalan tubuh terus berdatangan dan bereaksi di luar kendali.

Paru-paru pun bisa mengalami peradangan parah karena sistem kekebalan tubuh berusaha keras membunuh virus.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tips Cegah Stres saat WFH di Masa Pandemi Covid-19

Tips Cegah Stres saat WFH di Masa Pandemi Covid-19

Health
Jenis Makanan yang Harus Dihindari Saat Jerawatan

Jenis Makanan yang Harus Dihindari Saat Jerawatan

Health
Sperma Encer: Penyebab dan Cara Mengatasi

Sperma Encer: Penyebab dan Cara Mengatasi

Health
Makanan yang Tidak Boleh Dimakan saat Diet

Makanan yang Tidak Boleh Dimakan saat Diet

Health
5 Alasan Bayi di Bawah Usia 6 Bulan Belum Boleh Diberi MPASI

5 Alasan Bayi di Bawah Usia 6 Bulan Belum Boleh Diberi MPASI

Health
Cara Menghilangkan Karang Gigi, Bisakah Dilakukan Sendiri?

Cara Menghilangkan Karang Gigi, Bisakah Dilakukan Sendiri?

Health
9 Makanan yang Mengandung Tembaga Tinggi

9 Makanan yang Mengandung Tembaga Tinggi

Health
9 Penyebab BAB Berdarah yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab BAB Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Gejala TB Kelenjar

Gejala TB Kelenjar

Health
Manfaat Menyusui bagi Kesehatan Ibu

Manfaat Menyusui bagi Kesehatan Ibu

Health
Berapa Hari Sekali Kita Harus Keramas?

Berapa Hari Sekali Kita Harus Keramas?

Health
Cara Menggunakan Tisu Basah Antiseptik Agar Efektif Basmi Kuman

Cara Menggunakan Tisu Basah Antiseptik Agar Efektif Basmi Kuman

Health
Obat Vertigo Alami yang Ampuh

Obat Vertigo Alami yang Ampuh

Health
Penyebab Ejakulasi Tertunda yang Bisa Kurangi Kepuasan Seksual

Penyebab Ejakulasi Tertunda yang Bisa Kurangi Kepuasan Seksual

Health
Cara Sederhana Mengatasi Bau Mulut

Cara Sederhana Mengatasi Bau Mulut

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X