Kompas.com - 23/06/2020, 18:02 WIB
Ilustrasi asam urat ThamKCIlustrasi asam urat

KOMPAS.com - Gout atau lebih dikenal dengan penyakit asam urat adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh gangguan metabolisme.

Gangguan metabolisme ini menyebabkan kadar asam urat dalam tubuh menjadi tinggi.

Kadar asam urat dalam darah juga tergantung pada beberapa faktor, seperti kadar purin dalam makanan, berat badan, obat diuretik atau analgetik, faal ginjal, dan volume urine per hari.

Baca juga: 9 Cara Menurunkan Kolesterol dengan Cepat

Meningkatnya kadar asam urat dalam darah kerap kali diikuti dengan terbentuknya timbunan kristal berupa garam urat di persendian.

Kondisi inilah yang dapat menyebabkan peradangan sendi atau rasa tidak nyaman pada jari tangan, lutut, pergelangan kaki, atau jari kaki.

Apabila tidak diobati, serangan asam urat dapat kambuh sewaktu-waktu hingga bisa menghambat aktivitas sehari-hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Maka dari itu, penyakit asam urat perlu disembuhkan. Salah satu cara alami yang bisa dilakukan untuk mengobati asam urat adalah olahraga.

Melansir Buku Asam Urat: Benarkah Hanya Menyerang Laki-laki karya Dokter spesialis penyaki dalam dan ketua tim kedokteran herbal RSUP dr. Sardjito-Yogyakarya, dr. Nyiman Kertia, Sp.PD-KR pada 2009, olahraga dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah.

Namun, olahraga yang terlalu berat malah bisa memicu serangan penyakit pirai akut.

Pirai akut adalah fase akut dari penyakit akibat asam urat, saat timbul gejala-gejala nyeri sendi yang hebat, sendi tampak bengkak, merah, panas, dan kaku atau sulit digerakan.

Baca juga: Bagaimana Olahraga yang Tepat untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh?

Olahraga yang tepat untuk menurunkan asam urat

Melansir Buku Asam Urat (2011) oleh Dr. dr. Joewono Soeroso, Sp.PD-KR, M.Sc dan Hafid Algristian, S.Ked., olahraga yang bisa menurunkan asam urat adalah olahraga yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Maksudnya, olahraga yang tidak terlalu membebani tubuh.

Bagaimana caranya? Ada tiga langkah yang mesti ditempuh.

Pertama, lakukan pemanasan, kedua tingkatkan beban olahraga sedikit demi sedikit, dan ketiga penuhi kebutuhan cairan tubuh.

Olahraga bermanfaat untuk mencegah terjadinya nyeri sendi saat serangan penyakit asam urat.

Olahraga juga bermanfaat untuk beberapa hal, seperti:

  • Melancarkan suplai nutrisi ke jaringan sendi
  • Membuang produk-produk sisa metabolisme
  • Menguatkan otot sekitar sendi sehingga lebih efektif dalam menyangga tubuh
  • Mengurangi kemungkinan trauma atau luka

Baca juga: Cara Mengatasi Nyeri Leher dan Lutut Saat WFH

Berikut langkah-langkah olahraga untuk mengobati asam urat yang bisa dijajal:

1. Pemanasan

Pemanasan atau peregangan otot penting dilakukan untuk menyediakan cukup adenosin trifosfat (ATP) bagi tubuh.

Selain itu, dengan melakukan stretching, tubuh dapat terhindari dari cedera, seperti terkilir.

Cedera baik kecil maupun besar harus dikurangi agar tidak mencetuskan nyeri sendiri akibat asam urat pada kemudian hari.

Gerakan-gerakan pemanasan juga dapat membantu tubuh memompa darah secara merata, ritmis, dan teratur.

Dengan begitu, zat-zat berbahaya, termasuk asam urat diharapkan bisa mudah keluar dari tubuh melalui keringat.

Pemanasan yang baik memenuhi tiga kriteria ini:

  • Dilakukan selama 15-20 persen dari waktu olahraga inti. Jika olahraga inti dilakukan selama dua jam, waktu pemanasan yang dibutuhkan berarti selama 20-30 menit
  • Dapat memperluas ruang gerak sendi dan otot-otot untuk mencegah cedera
  • Dapat membuat tekanan darah naik sekitar 5-10 mmHG dan denyut nadi menjadi 90-110 per menit

Apabila ketukan nadi berkisar 110-120 per menit, lakukan istirahat sekitar 1-2 menit. Setelah itu, hitung lagi denyut nadi.

Baca juga: 10 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Apabila denyut nadi menurun, lanjutkan olahraga ke bagian inti. Namun apabila tidak turun, ada beberapa kemungkinan yang terjadi.

Di mana, mungkin saja, kapasitas pemanasan berlebihan, tubuh jarang berolahraga, atau tubuh tergolong memiliki denyut nadi cepat.

Jika memang demikian, sebaiknya sederhanakan pola pemanasan di kemudian hari. Selain itu, sederhanakan pula kapasitas olahraga inti.

Sedangkan, apabila denyut nadi menjadi lebih dari 120 ketukan per menit, lakukan istirahat dan segera konsultasikan kepada dokter.

Baca juga: Berenang Aman Dilakukan di Tengah Pandemi Virus Corona, asal…

2. Latihan inti

Selama melakukan olahraga inti, tingkatkan beban secara bertahap. Hal ini dilakukan agar tubuh dapat beradaptasi terhadap program latihan.

Apabila tak sempat beradaptasi, tubuh akan mengalami keletihan yang luar biasa.

Selain itu, risiko terjadinya cedera akan semakin besar.

Keletihan yang berlebihan ini dapat menyebabkan pengolahan ATP tidak sempurna sehingga meninggalkan risiko gout.

3. Penuhi kebutuhan cairan tubuh

Sebelum melakukan pemanasan, sekitar 10-15 menit, minumlah air putih sebanyak 3-4 gelas.

Air putih ini berfungsi sebagai cadangan cairan di dalam tubuh. Lalu, di antara pemanasan dan olahraga inti, minum air sebanyak 1-2 gelas.

Hal ini perlu dilakukan untuk mengganti cairan yang hilang pada saat pemanasan.

Baca juga: 9 Bahaya Tak Minum Air Putih 8 Gelas Sehari

Jenis olahraga untuk penderita asam urat

Melansir Buku Asam Urat (2007) oleh Tim Redaksi Vitahealth, aerobic adalah latihan yang paling utama untuk meningkatkan kerja sistem pernapasan dan membantu membuang asam urat dari peredaran darah.

Lakukan latihan aerobik setiap hari.

Anda dapat memilih antara berjalan kaki, bersepeda, dan jogging dengan memperhatikan tahapan olahraga yang baik (tahap pemanasan, latihan, dan pendinginan).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Makanan untuk Mencegah Osteoporosis

7 Makanan untuk Mencegah Osteoporosis

Health
Midriasis

Midriasis

Penyakit
13 Penyebab Kelemahan Otot yang Perlu Diwaspadai

13 Penyebab Kelemahan Otot yang Perlu Diwaspadai

Health
Fibromyalgia

Fibromyalgia

Health
3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

Health
Hepatitis B

Hepatitis B

Penyakit
4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

Health
Perikarditis

Perikarditis

Penyakit
3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

Health
Kusta

Kusta

Penyakit
11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

Health
Osteoporosis

Osteoporosis

Penyakit
10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

Health
Ulkus Kornea

Ulkus Kornea

Penyakit
7 Cara Memutihkan Gigi Kuning secara Alami

7 Cara Memutihkan Gigi Kuning secara Alami

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.