Kompas.com - 30/06/2020, 19:33 WIB
Ilustrasi obat, obat-obatan ShutterstockIlustrasi obat, obat-obatan

Kandungan obat asam lambung antasida di antaranya aluminium, magnesium, kalsium, atau kombinasi zat tersebut.

Antasida tersedia dalam bentuk tablet yang bisa dikunyah atau sirup cair.

Antasida terkadang bisa membuat penderitanya mengalami diare dan sembelit.

Efek samping ini bisa muncul apabila penderita terlalu sering minum obat antasida. Untuk itu, pastikan mengikuti petunjuk keamanan penggunaannya.

Baca juga: 6 Pilihan Menu Makanan untuk Penderita Asam Lambung

2. Histamine-2 (H2) blocker

Salah satu cara mengobati asam lambung adalah dengan obat jenis H2 blocker. Obat asam lambung ini dapat mengurangi produksi asam lambung.

Obat-obatan ini bisa mengatasi asam lambung naik, namun belum optimal untuk mengatasi peradangan karena iritasi asam lambung di kerongkongan.

Berbeda dengan antasida, H2 blocker menampakkan reaksi dalam hitungan jam setelah diminum.

Efek obat jenis ini lebih lama ketimbang antasida. Obat H2 blocker bisa mengatasi gejala sam lambung naik antara 8-12 jam.

Baca juga: Cara Menghilangkan Lendir di Tenggorokan akibat Asam Lambung

Melansir Web MD, jenis obat H2 blocker ada yang dijual bebas dan diresepkan oleh dokter.

Obat asam lambung versi resep dokter umumnya memiliki dosis lebih tinggi ketimbang versi yang dijual bebas.

 

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X