Kompas.com - 03/08/2020, 13:32 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Banyak orang mengalami insomnia sehingga sulit untuk mengistiahatkan tubuh dan pikiran mereka di malam hari.

Biasanya, kondisi ini disebabkan karena adanya stres. Stres memang bisa memicu kecemasan dan ketegangan yang membuat kita sulit tidur.

Bahkan, stres juga bisa memperburuk gangguan tidur. Salah satu cara mudah untuk mengatasinya adalah dengan melakukan praktik meditasi.

Baca juga: Gagal Ginjal : Penyebab, Jenis hingga Cara Mengatasinya

Apa itu meditasi dan bagaimana cara melakukannya?

Meditasi merupakan salah satu teknik relaksasi untuk menenangkan pikiran dan tubuh sekaligus meningkatkan kedamaian batin.

Ketika dilakukan sebelum tidur, meditasi dapat membantu mengurangi insomnia dan masalah tidur dengan meningkatkan ketenangan secara keseluruhan.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

3 Cara Meditasi untuk Atasi Insomnia
Ketika dilakukan sebelum tidur, meditasi dapat membantu mengurangi insomnia dan berbagai ganguan tidur.Bagaimana cara melakukan meditasi?
Bagikan artikel ini melalui

Saat melakukan meditasi, tubuh kita akan mengalami perubaha fisiologis. Perubahan-perubahan ini bisa mempengaruhi proses spesifik dalam tubuh yang memicu rasa kantuk.

Dalam riset 2015 yang diterbitkan di AMA Internal MedicineTrusted Source, peneliti telah membuktikan khasiat mindfulness, yang merupakan alah satu jenis praktik meditasi, dalam meningkatkan kualitas tidur.

Selama masa riset yang berlangsung sekitar enam minggu, peserta diminta melakukan meditasi atau pola tidur bersih.

Setelah melakukan analisis data, peneliti punmmbuktikan bahwa peserta yang melakukan meditasi mengalami penurunan gejala insomnia dan tak lagi mengalami kelelahan di siang hari.

Menurut peneliti, manfaat ini terjadi karena meditasi meningkatkan respon relaksasi sekaligus kontrol sistem saraf otonom, yang mempengaruhi pola tidur kita.

Halaman:

Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Badan Lemas

Badan Lemas

Penyakit
Fenomena Gancet saat Berhubungan Seksual, Bagaimana Fakta Medisnya?

Fenomena Gancet saat Berhubungan Seksual, Bagaimana Fakta Medisnya?

Health
Pinggiran Lidah Bergelombang

Pinggiran Lidah Bergelombang

Penyakit
3 Cara Mengobati Kencing Batu

3 Cara Mengobati Kencing Batu

Health
Infeksi Parasit

Infeksi Parasit

Penyakit
Lidah Geografik

Lidah Geografik

Penyakit
Bibir Sobek

Bibir Sobek

Penyakit
Cedera Olahraga, Pentingnya “Sedia Payung Sebelum Hujan” Bagi Atlet

Cedera Olahraga, Pentingnya “Sedia Payung Sebelum Hujan” Bagi Atlet

Health
Kaki Panjang Sebelah

Kaki Panjang Sebelah

Penyakit
Kisah M. Habib Shaleh, 'Lahir Kembali' setelah Koma Cedera Olahraga

Kisah M. Habib Shaleh, "Lahir Kembali" setelah Koma Cedera Olahraga

Health
Gangguan Elektrolit

Gangguan Elektrolit

Penyakit
4 Teh Herbal yang Bisa Mengatasi Sembelit

4 Teh Herbal yang Bisa Mengatasi Sembelit

Health
Leher Kaku

Leher Kaku

Penyakit
5 Buah yang Mudah Dicerna

5 Buah yang Mudah Dicerna

Health
Lidah Berwarna Ungu

Lidah Berwarna Ungu

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.