Kompas.com - 06/08/2020, 10:43 WIB
Ilustrasi seorang ibu sedang menyusui bayinya. Summer PhotographerIlustrasi seorang ibu sedang menyusui bayinya.

KOMPAS.com - Dalam proses menyusui, para ibu tentu kerap mendengar berbagai mitos tentang air susu ibu (ASI). Salah satunya mengenai kolostrum.

Kolostrum adalah ASI yang dihasilkan oleh kelenjar susu pada tahap akhir kehamilan hingga beberapa hari pasca-kelahiran.

Dalam beberapa adat dan budaya, ada kepercayaan yang menyebut kolostrum ini harus dibuang karena dianggap kotor atau basi.

Baca juga: Puting Lecet saat Menyusui Bayi, Begini Cara Mengatasinya...

Hal ini lantaran warna ASI awal itu terlihat kuning dan bertekstur kental sehingga sering dianggap bukan warna ASI yang baik.

Namun, pada kenyataannya, warna kuning keemasan kolostrum ini karena mengandung beta-karoten yang tinggi, bahkan 10 kali lipat dari ASI matang.

Selain itu, kolostrum juga mengandung banyak gizi, di antaranya kadar protein yang tinggi, vitamin larut lemak, mineral, antioksidan, serta immunoglobulin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kandungan nutrisi tersebut baik untuk tahap awal kehidupan bayi, terutama untuk imunitas.

Tapi, salah satu manfaat penting kolostrum lainnya adalah mencegah stunting atau gagal pertumbuhan pada anak.

Menurut studi yang dilakukan para peneliti Turki tahun 2007, risiko mengalami stunting meningkat pada anak yang tidak diberikan kolostrum.

"Ibu harus diberi tahu tentang manfaat pemberian ASI di layanan perawatan antenatal (sebelum kelahiran) selama kehamilan mereka dan mengajarkan praktik pemberian ASI yang tepat, termasuk pentingnya pemberian kolostrum," tulis para peneliti dalam abstrak yang dipublikasikan di The Turkish Journal of Pediatrics.

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Mengeluarkan Sperma Terlalu Sering Mengakibatkan Osteoporosis?

Apakah Mengeluarkan Sperma Terlalu Sering Mengakibatkan Osteoporosis?

Health
Trikomoniasis

Trikomoniasis

Penyakit
Tak Hanya Benjolan, Inilah Gejala Lain Kanker Payudara

Tak Hanya Benjolan, Inilah Gejala Lain Kanker Payudara

Health
Stenosis Spinal (Tulang Belakang)

Stenosis Spinal (Tulang Belakang)

Penyakit
Apakah Gagal Jantung Bisa Sembuh?

Apakah Gagal Jantung Bisa Sembuh?

Health
Akalasia

Akalasia

Penyakit
7 Penyebab Ada Benjolan di Rahang yang Bisa Terjadi

7 Penyebab Ada Benjolan di Rahang yang Bisa Terjadi

Health
Xanthelasma

Xanthelasma

Penyakit
Gejala Anemia pada Pasien Gagal Ginjal Kronis

Gejala Anemia pada Pasien Gagal Ginjal Kronis

Health
Serangan Iskemik Transien (Stroke Ringan)

Serangan Iskemik Transien (Stroke Ringan)

Penyakit
5 Sayuran yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Diabetes

5 Sayuran yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Diabetes

Health
De Quervain's Tenosynovitis

De Quervain's Tenosynovitis

Penyakit
Bahaya Toxic Parent dan Cara Mengatasinya

Bahaya Toxic Parent dan Cara Mengatasinya

Health
Folikulitis

Folikulitis

Penyakit
Apa Penyebab Luka Susah Sembuh pada Penderita Diabetes?

Apa Penyebab Luka Susah Sembuh pada Penderita Diabetes?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.