Kompas.com - 11/08/2020, 07:34 WIB
Ilustrasi asam lambung, GERD shutterstockIlustrasi asam lambung, GERD

KOMPAS.com - Penyakit asam lambung dapat membuat penderitanya merasakan rasa tak nyaman seperti mulas, rasa panas seperti terbakar di dada, kembung, dan kerap bersendawa.

Gangguan asam lambung yang naik dari perut ke kerongkongan yang bersifat kronis atau kumat lebih dari dua kali seminggu disebut gastroesophageal reflux disease (GERD).

Ahli gastroenterologi dari Johns Hopkins Medicine, Ekta Gupta, M.B.B.S., M.D. menyebut, makanan dan minuman memainkan peran penting dalam mengandalikan penyakit asam lambung.

"Diet makanan tertentu adalah terapi lini pertama yang digunakan untuk membantu penderita GERD," jelas Dr. Gupta, seperti dilansir laman resmi RS setempat.

Baca juga: Apa Penyebab Asam Lambung Naik Sering Kambuh?

Menurut Dr. Gupta, beberapa jenis makanan dapat membuat otot sfingter esofagus rileks.

Akibatnya, proses pencernaan jadi tertunda, makanan jadi lebih lama berada di lambung, dan memicu asam lambung naik.

Berikut beberapa jenis makanan yang harus dihindari penderita asam lambung:

1. Makanan berlemak jenuh dan kolesterol tinggi

Ilustrasi gorenganRahul D Silva Ilustrasi gorengan
Melansir Healthline, asupan yang banyak mengandung lemak jenuh dan kolesterol termasuk jenis makanan yang harus dihindari penderita asam lambung.

Makanan berlemak tak sehat dapat menurunkan tekanan otot sfingter esofagus. Sehingga, makanan bisa lebih lama singgah di perut.

Selain itu, terdapat hubungan erat antara kebiasaan makan makanan yang mengandung kolesterol tinggi dan banyak lemak dengan GERD.

Melansir Medical News Today, studi di Alimentary Pharmacology and Therapeutics menunjukkan, orang yang kerap makan asupan tinggi kolesterol dan lemak jenuh cenderung mengalami GERD.

Anda yang sedang bergelut dengan penyakit asam lambung, baiknya hindari makanan yang banyak mengandung lemak jenuh dan kolesterol.

Misalkan aneka gorengan, keripik, kerupuk, daging berlemak, jerohan, daging olahan, burger, pizza, ayam goreng, dll.

Baca juga: Cara Mengatasi Asam Lambung Naik

2. Makanan pedas

Ilustrasi makanan pedasAlexPro9500 Ilustrasi makanan pedas
Institut Nasional Diabetes, Penyakit Pencernaan, dan Ginjal AS memasukkan makanan pedas ke dalam jenis makanan yang harus dihindari penderita asam lambung.

Makan makanan pedas dapat memperburuk gejala asam lambung naik. Penelitian menunjukkan, mengonsumsi makanan pedas bisa membuat penderita asam lambung sakit perut dan heartburn.

Kendati demikian, tidak semua penderita penyakit asam lambung sensitif dengan makanan pedas.

Terutama pada orang yang sudah terbiasa terkena capsaicin, atau zat yang memberikan rasa pedas dalam cabai.

Untuk itu, ada baiknya penderita penyakit asam lambung memperhatikan kondisi tubuhnya, terutama setelah makan makanan pedas.

Setelah itu, pertimbangkan toleransi kadar kepedasannya agar penyakit yang bikin tak nyaman ini tak gampang kambuh.

Baca juga: 8 Makanan Penyebab Asam Lambung Naik

3. Makanan asam

Ilustrasi jeruk nipisshutterstock Ilustrasi jeruk nipis
Selain makanan pedas, beberapa penderita gangguan asam lambung sensitif terhadap makanan bercita rasa asam.

Beberapa buah dan sayuran dengan kadar pH di bawah normal jamak memicu asam lambung.

Di antaranya nanas, jeruk nipis, lemon, tomat, bawang putih, sampai bawang bombay.

Namun, ada beberapa penderita asam lambung yang bisa menoleransi rasa asam.

Diskusikan tingkat toleransi asam dengan dokter apabila ingin memasukkan sayur dan buah tertentu ke dalam jenis makanan yang harus dihindari penderita asam lambung.

Pasalnya, asupan kaya serat seperti buah dan sayur penting bagi tubuh, termasuk penderita asam lambung.

Penderita asam lambung bisa memilih jenis buah dan sayur yang tidak terlalu asam seperti pisang, semangka, kembang kol, brokoli, wortel, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Beberapa buah-buahan dan sayuran kaya air juga bisa membantu meredakan gejala asam lambung. Misalkan mentimun, seledri, semangka, dan selada.

Baca juga: Jenis-jenis Obat Asam Lambung

4. Susu dan produk susu

Ilustrasi susu dituang ke kontainer untuk diolah menjadi keju dan mentega. SHUTTERSTOCK/RATTIYA THONGDUMHYU Ilustrasi susu dituang ke kontainer untuk diolah menjadi keju dan mentega.
Studi yang diterbitkan di Gut and Liver meneliti hubungan antara alergi susu sapi dengan gejala GERD pada anak-anak.

Para peneliti menemukan, sejumlah anak-anak yang alergi susu sapi asam lambungnya kerap naik setelah minum susu.

Studi tersebut masih membutuhkan penelitian lanjutan untuk mengetahui dampak sejenis pada orang dewasa.

Hal yang perlu diingat, susu dan produk susu seperti susu full cream, mentega, krim kental, sampai keju umumnya juga banyak mengandung lemak jenuh.

Untuk itu, ada baiknya penderita mempertimbangkan untuk memasukkan susu dan produk susu ke dalam makanan yang harus dihindari penderita asam lambung.

Tak hanya menjaga pola makan sehat dan menghindari sejumlah pantangan asam lambung di atas, penderita juga disarankan untuk tetap rutin berolahraga, cukup tidur, dan minimalkan stres agar penyakit tak gampang kambuh. 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X